Smelter Freeport Indonesia Diproyeksi Mampu Produksi 35 Ton Emas per Tahun

Presiden Joko Widodo meresmikan groundbreaking pembangunan smelter milik PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, Selasa (12/10/2021). Proyek itu diharapkan dapat memproduksi 35–54 ton emas per tahun.
Lokasi smelter milik Freeport Indonesia di KEK Gresik./Istimewa
Lokasi smelter milik Freeport Indonesia di KEK Gresik./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo meresmikan groundbreaking pembangunan smelter milik PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, Selasa (12/10/2021). Proyek itu diharapkan dapat memproduksi 35–54 ton emas per tahun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa pembangunan smelter itu akan menyerap tenaga kerja hingga 40.000 orang. Meski begitu, dia tidak menyebutkan durasi pengerjaan konstruksi proyek ini.

“Sehingga nanti kita bisa menghasilkan rata-rata 35 ton emas per tahun yang nilai transaksinya sekitar Rp30 triliun,” katanya saat groundbreaking smelter Freeport Indonesia di KEK Gresik, Jawa Timur, Selasa (12/10/2021).

Freeport Indonesia sendiri menggelontorkan investasi senilai Rp42 triliun untuk proyek smelter tersebut.

Tahun ini, Kementerian BUMN memproyeksikan pertumbuhan pendapatan pada Freeport Indonesia meningkat 100 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan tambang itu pada tahun lalu mencapai Rp50 triliun, dan ditargetkan mampu meraup Rp105 triliun di tahun ini.

Kenaikan tersebut sekaligus menambah proyeksi keuntungan bersih perusahaan dari Rp10 triliun pada 2020 menjadi Rp40 triliun hingga Desember 2021. Hal itu akan ditopang oleh peningkatan kapasitas produksi Freeport Indonesia, kenaikan harga mineral tembaga atau copper, dan upaya efisiensi yang dilakukan perusahaan. 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa smelter tersebut dapat mengolah 1,7 juta ton konsentrat dengan produksi sekitar 600.000 copper.

“Nilai copper sekarang US$9.400 per ton. Jadi investasi Rp42 triliun atau US$3,5 miliar, revenue hanya dari copper saja US$5,4 miliar. Tentu ini bagi holding Freeport revenue ada di situ, tapi bagi PT Smelting cuma diksi tolling,” katanya.

Selanjutnya, perusahaan rencananya juga akan mendorong hilirisasi tambahan berupa precious metals recovery dengan investasi US$200 juta.

“Dari emas itu bisa 35 ton sampai 54 ton. Prapabriknya sudah disiapkan di situ. Harga emas sekarang US$1.700 per troy ounce. Kalau produksinya 35 ton, itu nilainya US$1,8 miliar. Kalau produksinya 50 ton, itu sampai US$2,7 miliar,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Rayful Mudassir
Editor : Lili Sunardi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper