Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bersiap Hadiri Expo 2020 Dubai, Mendag Bertolak ke Dubai

Kunjungan kerja Lutfi bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA) Husin Bagis dijadwalkan berlangsung pada 1-2 Oktober 2021. 
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (dalam layar) memberikan pemaparan dalam webinar Mid Year Economic Outlook 2021: Prospek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus, Relaksasi dan Vaksinasi di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (dalam layar) memberikan pemaparan dalam webinar Mid Year Economic Outlook 2021: Prospek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus, Relaksasi dan Vaksinasi di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bertolak ke Dubai, Kamis (30/9/2021) untuk meresmikan pembukaan Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai.

Kunjungan kerja Lutfi bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA) Husin Bagis dijadwalkan berlangsung pada 1-2 Oktober 2021. 

“Paviliun Indonesia akan menghadirkan kekuatan dan citra bangsa di Expo 2020 Dubai. Paviliun Indonesia akan menampilkan potensi, kontribusi, dan komitmen di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata untuk dunia mulai 1 Oktober 2021 hingga enam bulan ke depan,” katanya, dikutip dari keterangan resminya, Kamis (30/9/2021).

Selain meresmikan pembukaan Paviliun Indonesia, Lutfi juga dijadwalkan bertemu dengan Minister of State for Foreign Trade Uni Emirat Arab (UEA) Thani bin Ahmed Al Zeyoudi pada 2 Oktober 2021.

Sebelumnya, kedua Menteri bertemu di Bogor, Jawa Barat, untuk melakukan peluncuran Perundingan Indonesia-Uni Arab Emirate Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA) pada 2 September 2021.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai total perdagangan Indonesia-UEA pada sepanjang Januari-Juli 2021 senilai US$ 2,15 miliar.

Nilai ekspor Indonesia ke UEA pada periode tersebut senilai US$972,63 juta, sedangkan, impor Indonesia dari UEA pada periode yang sama mencapai US$1,18 miliar.

Perdagangan kedua negara masih menyiasakan defisit bagi Indonesia sebesar US$209,64 juta. Defisit tersebut disebabkan defisit sektor migas sebesar US$ 680,54 juta, sedangkan sektor nonmigas mengalami surplus sebesar US$470,90 juta.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper