Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Kebakaran, Pertamina Pasang 124 Penangkal Petir di Kilang Balongan

PT Pertamina (Persero) menyiapkan mitigasi agar kejadian sambaran petir yang menyebabkan tangki penampungan bahan bakar minyak (BBM) di Kilang RU VI Balongan terbakar tidak terulang kembali.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 29 September 2021  |  15:43 WIB
Sejumlah warga menyaksikan kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan, Indramayu, Senin (29/3/2021). - Antara
Sejumlah warga menyaksikan kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan, Indramayu, Senin (29/3/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menyiapkan mitigasi agar kejadian sambaran petir yang menyebabkan tangki penampungan bahan bakar minyak (BBM) di Kilang RU VI Balongan terbakar tidak terulang kembali.

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional Djoko Priyono mengatakan bahwa pihaknya langsung berbenah diri dengan meningkatkan penyempurnaan sistem pengamanan atau accelerate preventive respond (APR) di area Kilang Balongan, salah satunya dengan memasang alat lightning protection system (LPS).

Dia menyebutkan, pemasangan LPS tersebut merupakan langkah yang melebihi standardisasi pengamanan kilang. Kajian engineering terkait pemasangan 124 alat LPS itu pun telah selesai dilakukan.

“Mungkin bulan depan kami sudah ada working contract untuk pemasangan lightning protection,” katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (29/9/2021).

Mitigasi lainnya, kata Djoko, Kilang Balongan akan dilengkapi dengan offensive fire protection system (OFGS). Pihaknya pun tengah melaksanakan proses tender guna merealisasikan sistem tersebut di Kilang Balongan.

Penyempurnaan pengamanan juga dilakukan di tangki-tangki penyimpanan BBM lainnya dengan penambahan alat pengamanan, seperti automatic tank gauge (ATG), sirine, motor operated valve (MOV), dan flammable gas detection system (FDGS).

“Ditargetkan pada 2022 seluruhnya dapat terselesaikan,” ucapnya.

Selain mitigasi dari alat pengamanan, lanjut Djoko, mitigasi juga dilakukan dengan pengalihan jalan di depan area Kilang Balongan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas.

Pada 26 April 2021, Pertamina telah mengajukan usulan pengalihan jalan kepada Kementerian Perhubungan. Sementara itu, pada 3 September 2021 Sekretariat Kabinet telah menyampaikan surat kepada Menteri Perhubungan untuk menindaklanjuti pengalihan jalan di depan Kilang Balongan.

“Minggu lalu kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Gubernur Jawa Barat terkait izin pengalihan jalan, dan beliau sangat mendukung,” jelasnya.

Di samping itu, Pertamina akan menambah area buffer zone kilang untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat di area terdampak. Di area Kosambi, pihaknya telah menetapkan lokasi tahap 2 untuk pengembangan proyek petrokimia Jawa Barat.

“Kami juga sudah sampaikan ke Gubernur Jabar terkait Penlok 2 ini, dan saat ini kami sedang koordinasi dengan KJPP untuk penghitungan ganti rugi dan juga sosialisasi kepada masyarakat yang mempunyai tanah dan rumah di area Kosambi,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina kilang balongan
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top