Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Rahasia Oppo Indonesia Aman dari Krisis Cip Semikonduktor

kelangkaan semikonduktor memengaruhi berbagai industri, mulai dari elektronik hingga otomotif di berbagai negara. Beberapa di antaranya harus mengurangi volume produksi.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 29 September 2021  |  16:10 WIB
Ilustrasi.  - Istimewa
Ilustrasi. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Krisis cip semikonduktor memukul produksi sejumlah industri, termasuk ponsel. Public Relation Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto Aji mengatakan hampir semua vendor terpengaruh.

Namun, suplai cip Oppo Indonesia masih terpenuhi karena perusahaan telah menjalin komitmen dengan vendor di China selama tiga tahun. "Komitmen Oppo di China kurang lebih tiga tahun, jadi kalau dibilang aman, cukup aman," kata Aryo di Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Aryo mengatakan kelangkaan cip terjadi pada ponsel dengan jaringan 4G/LTE. Pasalnya, pabrikan tengah berupaya memenuhi pesanan untuk cip 5G.

"Ini kan lagi ngantri pesanan [cip] 5G. Nah yang 4G tidak bisa diproduksi," lanjutnya.

Aryo juga mengatakan Oppo tidak terpengaruh kendala logistik dan kelangkaan kontainer dunia karena pengapalan dilakukan secara internal.

Sebelumnya, isu kelangkaan cip diperkirakan akan berdampak pada penjualan ponsel di dalam negeri. Kelangkaan cip menyebabkan naiknya harga ponsel, yang kemudian akan menekan penjualan.

Direktur Eksekutif ICT Institute Hetu Sutadi memprediksi kontraksi penjualan berkisar di bawah 10 persen pada kuartal III/2021.

Adapun, Oppo menargetkan pertumbuhan penjualan berkisar 3–5 persen sepanjang tahun ini. Aryo mengatakan secara umum kondisi pasar pada tahun ini sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Misalnya, pertumbuhan pada Maret 2021 mencapai 5–8 persen, dibandingkan dengan bulan yang sama 2020 ketika Covid-19 mulai menyebar di Indonesia.

"Sepanjang tahun ini di angka 3–5 persen masih ada lah. Hanya kami masih belum tahu situasi ke depan seperti apa," kata Aryo.

Kinerja yang anjlok pada tahun lalu sebagian besar disebabkan karena pembatasan pergerakan yang mewajibkan pusat perbelanjaan untuk tutup. Hal itu berimbas pada performa jalur distribusi luring Oppo yang masih mendominasi di angka 80-90 persen.

"[Distribusi] Daring di kami baru 10 persen. Luring termasuk besar dan lebih banyak," katanya. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur oppo semikonduktor
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top