Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Mandiri: Pelonggaran PPKM Pacu Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan

Per 29 Agustus 2021, belanja kelompok menengah telah kembali ke level 122,5, atau pada level sebelum diterapkannya sebelum PPKM Darurat di awal Juli.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 10 September 2021  |  11:46 WIB
Bank Mandiri: Pelonggaran PPKM Pacu Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan
Pengunjung berada di pusat perbelanjaan MargoCity, Depok, Jawa Barat, Jumat (20/8/2021). Pemerintah Kota Depok kembali mengizinkan pusat perbelanjaan atau mall beroperasi mulai pukul 10.00 WIB - 20.00 WIB dengan menerapkan protokol kesehatan seperti pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 50 persen serta wajib vaksin. - ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Mandiri menyebut belanja masyarakat kembali menggeliat seiring dengan pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM, yang diterapkan sejak Juli lalu. Hal itu ditunjukkan melalui peningkatan  kunjungan ke pusat perbelanjaan.

Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono menjelaskan kunjungan ke pusat perbelanjaan mengalami perbaikan seiring dengan relaksasi PPKM secara bertahap.

"Mulai dari Juli dan Agustus pemerintah melakukan relaksasi PPKM Darurat secara gradual. Mulai dari Jawa-Bali diketatkan lalu mulai ekspansi di luar Jawa-Bali. Lalu memasuki Agustus mulai eksperimen secara gradual mal dibuka. Nah ini juga berdampak pada kunjungan ke pusat perbelanjaan," ujar Teguh pada acara Macroeconomic Outlook 2021 Bank Mandiri "Ekonomi Indonesia 2021-2022: Menjaga Momentum Pertumbuhan" secara virtual, Kamis (9/9/2021).

Berdasarkan kajiannya, setelah adanya pelonggaran PPKM secara bertahap, kenaikan mulai terjadi juga secara bertahap hingga awal September. Dia menyebut di seluruh kota besar di Indonesia, kunjungan ke pusat perbelanjaan mengalami kenaikan.

Pada pekan pertama September 2021, antara tanggal 29 Agustus hingga 5 September, angka kunjungan ke tempat belanja mencapai 68 persen di jam sibuk. Angka tersebut sudah di atas periode awal PPKM Darurat.

Berdasarkan jenis pusat perbelanjaan, shopping mall dan supermarket mendominasi angka kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan pada pekan pertama September, atau antara 29 Agustus-5 September 2021.

"Kalau kita lihat supermarket relatif stabil baik pada periode di awal PPKM maupun di sepanjang PPKM, karena supermarket menawarkan kebutuhan-kebutuhan pokok. Jadi ia tidak mengalami tekanan cukup dalam selama PPKM Darurat ini," jelas Teguh.

Peningkatan kunjungan ke pusat perbelanjaan tidak lepas kaitannya dengan perbaikan belanja masyarakat. Menurutnya, hal ini erat kaitannya dengan belanja kelas menengah.

Adapun, belanja kelas menengah yang telah pulih kembali ke level awal PPKM Darurat turut dipicu oleh pelonggaran pembatasan mobilitas.

"Jadi kalau kita lihat message dari belanja masyarakat, kemudian kunjungan ke tempat belanja dan ke restoran, kelihatannya di akhir kuartal III semakin solid recovery-nya. Mudah-mudahan momentum yang terus berlanjut sampai akhir kuartal III dan IV," terangnya.

Per 29 Agustus 2021, belanja kelompok menengah telah kembali ke level 122,5, atau pada level sebelum diterapkannya sebelum PPKM Darurat di awal Juli.

Meski belum mencapai level sebelum PPKM Darurat, belanja kelompok pendapatan bawah dan pendapatan atas juga mengalami kenaikan. Pada 29 Agustus 2021, belanja kelompok pendapatan bawah dan pendapatan atas masing-masing berada di 66,2 dan 64,8, lebih tinggi dari awal Agustus yaitu masing-masing di 53,8 dan 51,9.

"Kenapa kelas menengah ini penting untuk diamati? Karena kalau dari sisi kontribusi dari data kami, spending dari kelas menengah ini 50 persen. Ini yang menjadi penting pemulihan belanja di kelas menengah," jelas Teguh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konsumsi rumah tangga ritel modern PPKM
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top