Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PT Pertani Kembangkan Pupuk Limbah Sekam, Potensi Pendapatan Capai Rp504 Miliar

Potensi limbah sekam sebanyak itu bila diproses menjadi pupuk biosilika akan mendapatkan pupuk sebesar 10 juta liter per tahun dengan potensi pendapatan sebesar Rp504 miliar pertahun.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 27 Agustus 2021  |  11:31 WIB
Direktur Utama PT Pertani (Persero) Maryono mengunjungi kios binaan perusahaan dalam rangka menjamin kelancaran distribusi dan kemudahan petani guna mengakses benih yang tersuplai di tingkat kios di Ngawi, Jawa Timur pada 9 Agustus 2021 - Istimewa
Direktur Utama PT Pertani (Persero) Maryono mengunjungi kios binaan perusahaan dalam rangka menjamin kelancaran distribusi dan kemudahan petani guna mengakses benih yang tersuplai di tingkat kios di Ngawi, Jawa Timur pada 9 Agustus 2021 - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertani (Persero) secara resmi kembali berkolaborasi dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian untuk melakukan pengembangan produksi pupuk biosilika cair nanoteknologi dari limbah sekam yang nantinya akan dikomersialisasikan.

Adapun, potensi pendapatan dari produksi limbah sekam ini mencapai Rp504 miliar. Perusahaan mengungkapkan penandatanganan perjanjian pra-lisensi tersebut dilakukan pada Kamis, 26 Agustus 2021, di Gedung Graha Gabah PT Pertani (Persero), Jakarta Selatan, dengan protokol kesehatan yang ketat.

Direktur Utama PT Pertani (Persero) Maryono mengatakan, saat dikomersialisasikan nantinya produk biosilika tersebut merupakan produk yang memiliki spesifikasi nanoteknologi yang dapat menaikan produktifitas tanaman hingga 3 ton/Hektare.

Untuk memastikan tingkat ketersediaan bahan baku, Maryono memastikan bahwa pupuk biosilika cair ini akan memakai limbah dari pabrik beras / RMU (Rice Milling Unit) yang dimiliki oleh PT Petani (Persero).

“Pada tahun 2021 dari 13 RMU yang dioperasikan PT Pertani akan menghasilkan limbah sekam padi sebesar 26.429 ton per tahun. Potensi limbah sekam sebanyak itu bila diproses menjadi pupuk biosilika akan mendapatkan pupuk sebesar 10 juta liter per tahun dengan potensi pendapatan sebesar Rp504 miliar pertahun” ujar Maryono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/8/2021).

Selain itu, dia juga telah menyiapkan sejumlah strategi terkait rencana distribusi dan pemasaran. Dalam pendistribusiannya, Pertani memiliki jejaring yang kuat, karena kantor cabang dan unit pemasaran serta gudang tersebar hampir di seluruh provinsi dan sejumlah kota besar di Indonesia ditambah lagi Pertani merupakan anggota BUMN Klaster Pangan yang akan bersinergi nantinya.

"Dan untuk pemasaran produk ini juga akan disiapkan untuk para petani penangkar padi yang selama ini sudah lama bekerjasama dengan PT Pertani (Persero) yang berjumlah total kurang lebih ada 7.800 orang petani ” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Litbang Pertanian Fadjry Djufry mengatakan bahwa jajarannya sudah melakukan demplot di lahan 2.000 Hektare, data menunjukan tanaman yang diberi perlakuan biosilika memiliki perbedaan produktifitas yang signifikan dengan peningkatan hasil sampai 3 Ton/Hektare serta bermanfaat untuk memacu ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit.

"Kami berterima kasih kepada PT Pertani atas terlaksanannya perjajian pralisensi ini karena bagi kami ini merupakan terobosan inovasi produk dan bisnis yang bagus dari sebuah BUMN khususnya bidang pertanian, terlebih Menteri BUMN Erick Thohir sering menggaungkan hal tersebut” ujarnya.

Lebih lanjut, da mengungkapkan pihaknya bersama jajaran akan terus bersinergi dengan PT Pertani untuk mengembangkan terus produk-produk yang Balai Besar Pasca Panen Kementerian Pertanian RI miliki serta termasuk untuk bersama-sama mencari peluang untuk dipasrkan diluar negeri yang saat ini memiliki potensi yang sangat besar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN pupuk limbah
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top