Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INKA dan BPPT Bakal Bikin Kereta Cepat Tenaga Baterai

Tidak hanya dengan BPPT saja, INKA juga berkolaborasi dengan konsorsium Prioritas Riset Nasional Teknologi Perkeretaapian. Di dalamnya terdapat sejumlah perguruan tinggi seperti ITB, ITS, UNS, dan UGM dan beberapa industri yang terkait dengan perkeretaapian, yakni PT INKA (Persero) dan PT Pindad (Persero)
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Agustus 2021  |  09:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT INKA (Persero) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta beberapa perguruan tinggi dan perusahaan sedang menyiapkan rencana membuat kereta cepat dengan kemampuan melaju lebih dari 200 kilometer per jam. Kereta ini nantinya akan dioperasikan di rute Makassar-Pare Pare.

Tidak hanya cepat, kereta tersebut akan menggunakan teknologi baterai. "Kami siap mengoperasikan kereta cepat produk anak negeri yang diketuai oleh BPPT, dengan teknologi "hybrid battery" pada tahun 2022," ujar Direktur Pengembangan INKA Agung Sedaju dalam seminar daring bertajuk "Kesiapan Jalur Kereta Makassar–Pare Pare" di Madiun, mengutip Antara, Rabu (18/8/2021).

Tidak hanya dengan BPPT saja, INKA juga berkolaborasi dengan konsorsium Prioritas Riset Nasional Teknologi Perkeretaapian. Di dalamnya terdapat sejumlah perguruan tinggi seperti ITB, ITS, UNS, dan UGM dan beberapa industri yang terkait dengan perkeretaapian, yakni PT INKA (Persero) dan PT Pindad (Persero)

Direktur Pusat Teknologi Sistem dan Prasarana Transportasi BPPT Muljadi Sinung Harjono mengatakan bahwa BPPT memiliki target untuk segera membuat prototipe kereta cepat dengan kecepatan di atas 200 kilometer/jam.

"Pada tahun 2020, kami sudah menyelesaikan target DR dan O ("design requirement and objective") atau pre-spesifikasi teknis. Serta penyelesaian "basic and manufacture design" di tahun 2021. Sedang di tahun 2022, kami ada rencana anggaran pembangunan sarana prototipe kereta api cepat," kata Muljadi Sinung.

Maka dari itu, lanjutnya, diperlukan lokasi untuk uji sebenarnya kereta api cepat dengan kecepatan di atas 200 kilometer/jam sepanjang 20 kilometer dengan lebar "track" yang mencukupi.

Dia menambahkan, setelah prototipe tersebut jadi, di akhir tahun 2022, harapannya prototipe tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari armada kereta api penumpang yang dapat memenuhi kebutuhan lapangan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur BUMN pt inka Kereta Cepat

Sumber : Antara

Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top