Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Keuntungan Pelabuhan Patimban saat Toyota Gabung Konsorsium

Sejumlah pengamat pelabuhan menjelaskan keuntungan bagi Pelabuhan Patimban apabila Toyota memastikan untuk bergabung dalam pengelolaan konsorsium.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 04 Agustus 2021  |  17:32 WIB
Keuntungan Pelabuhan Patimban saat Toyota Gabung Konsorsium
Sejumlah kargo kendaraan siap dikirimkan melalui Terminal Kendaraan Pelabuhan Patimban, Subang pada Minggu (10/1/2021). Pelabuhan Patimban mulai melayani kiriman kargo kendaraan baik menggunakan kapal kargo maupun kapal roll on-roll off( roro). - BISNIS.COM/Rinaldi M. Azka\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Supply Chain Indonesia (SCI) berpendapat masuknya perusahaan car carrier Jepang seperti Toyota berpotensi untuk mendorong masuknya perusahaan – perusahaan swasta lainnya meramaikan lalu lintas ekspor di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.

Chairman SCI Setijadi menerangkan Pelabuhan Patimban diutamakan untuk pengiriman produk otomotif dari pabrik-pabrik otomotif perusahaan Jepang di sejumlah kawasan Industri di Jawa Barat, sehingga Jepang sangat berkepentingan dengan Pelabuhan tersebut.

Menurutnya, dapat dipahami apabila Negeri Matahari Terbit tersebut untuk berpartisipasi dalam pengelolaan Patimban demi menjamin efisiensi proses di Pelabuhan. Terutama, karena Jepang juga ikut berkontribusi dalam pendanaan pembangunan Pelabuhan Patimban melalui Japan International Cooperation Agency atau JICA.

“Keikutsertaan perusahaan Jepang dalam pengelolaan Patimban akan lebih mendorong perusahaan-perusahaan Jepang, terutama yang beroperasi di Jawa Barat, untuk menggunakan Pelabuhan Patimban dalam proses pengirimannya,” ujarnya, Rabu (4/8/2021).

Terlebih, ujarnya, sederetan perusahaan Jepang sebelumnya juga telah berpengalaman dalam mengelola pelabuhan di Indonesia. Misalnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Mitsui Co Ltd dan Nippon Yusen Kabushiki Kaisa (NYK Line) mengelola New Priok Container Terminal One (NPCT1) bersama Pelindo II dan PSA International, Singapura.

Sementara itu, Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menyoroti telah terjadinya perubahan status hukum perusahaan pengelola Pelabuhan Patimban dari yang awalnya konsorsium menjadi badan hukum dalam bentuk PPI tersebut.

Menurutnya dengan situasi legal tersebut jelas akan berimplikasi terhadap komposisi saham masing-masing perusahaan pendiri PPI. Hal yang lebih penting lagi, kata dia, adalah masalah tanggung jawab bilamana terjadi masalah hukum maupun lainnya.

Siswanto menjelaskan Pelabuhan Patimban merupakan proyek pembangunan infrastruktur maritim yang didanai oleh pinjaman Jepang dengan skema G-to-G (government-to-government). Adapun komposisi masing-masing negara di dalam perusahaan operator pelabuhan adalah 51 persen Indonesia dan 49 persen dari Jepang.

Namun sejauh ini belum terlihat mitra Jepang terlibat di dalamnya. Menurutnya ketidakjelasan terhadap posisi Jepang ini rawan menjadi masalah ke depannya.

Meski telah diresmikan oleh Kementerian Perhubungan sebagai operator Pelabuhan Patimban, Dia menyayangkan PTPPI besutan konsorsium CT Corp Infrastruktur Indonesia, Indika Logistic & Support Services, U Connectivity Services dan Terminal Petikemas Surabaya itu belum langsung menjalankan operasional pelabuhan sehari-hari. Tugas ini untuk sementara dijalankan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III.

Terkait berbelitnya pola kerja sama para pihak yang mengelola pelabuhan tersebut, dia juga menilai sebagai sebuah upaya, apa yang dilakukan oleh pihak pengusaha dan pemerintah di muka sah-sah saja. Hanya saja, tekannya, perlu memperhatikan pula aspek transparansi dan hukumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan pelabuhan patimban
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top