Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Pekerja menurunkan muatan kargo dari pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 143 setibanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (2/9/2020). - ANTARA FOTO/Ampelsa
Lihat Foto
Premium

Mengungkap Kronologi Permohonan PKPU Garuda Indonesia (GIAA)

Permohonan PKPU yang diajukan oleh My Indo Airlines terhadap Garuda Indonesia memiliki kronologi hubungan bisnis dengan kewajiban yang diklaim belum tuntas.
Rio Sandy Pradana & Anitana Widya Puspa
Rio Sandy Pradana & Anitana Widya Puspa - Bisnis.com
03 Agustus 2021 | 20:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Perjalanan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) PT Garuda Indonesia Tbk. (Persero) kini telah memasuki sidang kedua dengan agenda jawaban.

Namun, publik masih penasaran dengan latar belakang permohonan PKPU yang diajukan oleh PT My Indo Airlines tersebut. Atas dasar apa maskapai kargo tersebut memutuskan untuk menyelesaikan piutangnya melalui meja hijau.

Seperti diketahui, gugatan perkara ini telah terdaftar di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat sejak 9 Juli 2021. Perkara dengan registrasi No. 289/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Jkt.Pst tersebut menyebutkan pihak pemohon yakni My Indo Airline dan termohon PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA).

Dalam menghadapi permohonan PKPU ini, emiten berkode saham GIAA telah menunjuk kuasa hukum dari Kantor Advokat Assegaf Hamzah & Partners.

Berdasarkan salinan berkas gugatan yang diperoleh dari Sumber Bisnis.com, Selasa (3/8/2021), permohonan PKPU tersebut diajukan oleh Direktur Utama My Indo Airlines Mohamed Yunos bin Mohamed Ishak dan Direktur My Indo Airlines M. Ridwan. Pemohon diwakili oleh Ansrul T. Ahmad dari Kantor Hukum DWV Advocaten sebagai penerima kuasa.

Hubungan bisnis My Indo dengan Garuda selaku Termohon awal mulanya terjalin berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Penyediaan Kapasitas Kargo sejak Januari 2019. Pemohon selaku pemberi sewa, sedangkan Termohon sebagai penyewa atas satu unit pesawat Boeing B737-300 freighter.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top