Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Aprindo Sebut Dampak Diskon Hanya Sementara

Peritel modern di Tanah Air kembali menggulirkan diskon demi menarik belanja konsumen di kuartal III/2021.
Warga berbelanja di salah satu pusat perbelanjan modern di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (27/2/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Warga berbelanja di salah satu pusat perbelanjan modern di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (27/2/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Fernando Repi mengatakan pemberian diskon atau potongan harga memang cukup berdampak pada penjualan. Tetapi, dia menilai aksi tersebut tidak menjamin keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

“Diskon untuk jangka pendek bisa menarik konsumen, tetapi untuk jangka panjang tidak. Ada subsidi yang harus digelontorkan pemasok maupun peritel dan ini bisa berakibat margin yang tergerus jika dilakukan dalam jangka panjang,” kata Fernando, Rabu (28/7/2021).

Dia juga berpendapat bahwa diskon yang menyasar konsumen luas merupakan hal lumrah dan kerap diterapkan pelaku usaha. Untuk menjamin efektivitas, peritel perlu mengambil kebijakan yang lebih dari sekadar potongan harga.

“Kalau berbicara diskon, sudah setiap saat kami berikan. Ini sudah biasa dan merupakan jiwanya ritel. Yang penting sekarang adalah bahwa kami harus mengerti konsumen dari pada hanya diskon yang berpotensi menimbulkan persaingan harga yang mungkin tidak sehat,” tambahnya.

Untuk itu, dia menyarankan agar peritel mulai menjajal skema diskon personal. Dia mengatakan potongan bisa diberikan sesuai kriteria dan kebutuhan konsumen. Selain lebih tepat sasaran, tingkat keberhasilan dia perkirakan juga lebih tinggi.

Sebagaimana diketahui, peritel modern di Tanah Air kembali menggulirkan diskon demi menarik belanja konsumen di kuartal III/2021. Meski demikian, strategi ini dibayangi oleh kebijakan pembatasan mobilitas yang berisiko diperpanjang.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan peritel akan menggelar Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) sepanjang Agustus. Potongan harga akan diberikan untuk belanja secara luring maupun daring dengan besaran mencapai 76 persen.

“Tahun ini kami kembali gelar HBDI dan disertai dengan kehadiran sentra vaksin di 10 kota sehingga selain ikut vaksin, masyarakat bisa berbelanja,” kata Budihardjo pada Rabu (28/7/2021).

Meski tidak secara khusus memasang target kenaikan penjualan selama pelaksanaan HBDI, Budihardjo mengatakan animo peritel untuk ikut serta cukup tinggi. Sejauh ini, 81 merek ritel telah menyatakan keikutsertaan HBDI offline dan 41 merek untuk belanja secara daring.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper