Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Konsekuensi Jika Peritel Modern Tak Berikan Diskon

Peritel berisiko menanggung beban tambahan jika diskon tidak digulirkan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 28 Juli 2021  |  19:53 WIB
Ini Konsekuensi Jika Peritel Modern Tak Berikan Diskon
Pengunjung memilih pakaian di salah satu toko pakaian di Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (24/12/2019). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Indef Andry Satrio mengatakan strategi potongan harga tetap menjadi opsi utama untuk mengurangi menumpuknya stok.

“Diskon menjadi cara pelaku usaha menjual stok yang ada karena penyimpanan dalam waktu lama akan menyedot biaya tersendiri dan biaya ini ditanggung pelaku usaha,” kata Andry, Rabu (28/7/2021).

Ketika penyerapan stok cenderung lambat imbas dari pembatasan mobilitas, Andry mengatakan peritel akan lebih memilih memberi potongan harga. Meskipun langkah tersebut berisiko memangkas margin keuntungan yang diperoleh.

“Tujuannya memang agar stok barang bisa terserap konsumen. Jadi tetap dipilih meskipun keuntungan yang diperoleh tipis,” tambahnya.

Selain diskon, Andry mengatakan peritel harus mulai mengadopsi penjualan secara daring untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Kerja sama dengan lokapasar, kata dia, menjadi salah satu cara yang banyak dipakai peritel mengingat adanya insentif yang kerap ditawarkan platform dagang-el.

“Ke depannya gerai offline bisa berubah fungsi, mungkin hanya menjadi showroom atau warehouse. Perkembangan ke depan juga bakal disumbang penjualan ritel secara online dari pada offline,” kata dia.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Fernando Repi mengatakan pemberian diskon atau potongan harga memang cukup berdampak pada penjualan. Tetapi, dia menilai aksi tersebut tidak memberi jaminan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

“Diskon untuk jangka pendek bisa menarik konsumen, tetapi untuk jangka panjang tidak. Ada subsidi yang harus digelontorkan pemasok maupun peritel dan ini bisa berakibat margin yang tergerus jika dilakukan dalam jangka panjang,” kata Fernando, Rabu (28/7/2021).

Dia juga berpendapat bahwa diskon yang menyasar konsumen luas merupakan hal lumrah dan kerap diterapkan pelaku usaha. Untuk menjamin efektivitas, peritel perlu mengambil kebijakan yang lebih dari sekadar potongan harga. Salah satunya dengan menawarkan diskon yang sifatnya personal dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel modern PPKM
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top