Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SKK Migas Gandeng Asosiasi Siapkan Katalog Barang dan Jasa

Pembuatan dan updating katalog barang dan jasa hulu migas ditargetkan rampung pada September 2021, sehingga dapat digunakan sebagai referensi bagi fungsi operasi dan perencanaan data mengevaluasi work program and budget (WP&B) 2022.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Juli 2021  |  10:08 WIB
SKK Migas Gandeng Asosiasi Siapkan Katalog Barang dan Jasa
SKK Migas - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama 20 asosiasi hulu migas menyusun katalog barang dan jasa untuk meningkatkan transparansi, kemampuan penyediaan, dan keterbukaan informasi harga.

Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi mengatakan bahwa katalog yang disusun bersama asosiasi akan menyediakan data kemampuan perusahaan penyediaan barang dan jasa di dalam negeri sampai biaya per satuan unit yang akan digunakan sebagai acuan oleh para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

“Kami mengembangkan kegiatan yang sudah dilakukan sejak 2018 ini secara masif. Tujuannya agar kami mendapatkan informasi ketersediaan barang yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri untuk digunakan oleh KKKS,” kata Erwin Suryadi dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Senin (21/7/2021).

Dia menjelaskan, pembuatan dan updating katalog barang dan jasa hulu migas ditargetkan rampung pada September 2021, sehingga dapat digunakan sebagai referensi bagi fungsi operasi dan perencanaan data mengevaluasi work program and budget (WP&B) 2022.

SKK Migas juga menugaskan key account representative yang akan melakukan koordinasi dengan 20 asosiasi tersebut untuk memudahkan para pemangku kepentingan melakukan komunikasi ke SKK Migas.

Pada 2018, SKK Migas telah menandatangani nota kesepahaman antara SKK Migas dan Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA), sebagai salah satu bentuk implementasi dalam menjembatani kegiatan operasi dan pemenuhan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Melalui kerja sama itu, industri hulu migas bisa mendapatkan acuan dasar harga pipa dan sekaligus memberikan informasi ketersediaan pipa yang sudah diproduksi dalam negeri untuk digunakan oleh KKKS.

Selain itu, SKK Migas juga telah membangun kolaborasi dengan Indonesia National Shipowner Association (INSA) dan Asosiasi Pemboran Minyak Indonesia (APMI) untuk membuat katalog elektronik sektor jasa transportasi operasi laut dan rig pemboran.

Katalog elektronik itu dapat meningkatkan efisiensi, ketepatan waktu, dan melibatkan banyak perusahaan nasional, seperti di sektor jasa operasi laut yang saat ini sudah 99 persen kapal disediakan oleh perusahaan dengan bendera Indonesia.

Erwin menambahkan, katalog untuk seluruh pengadaan barang dan jasa sektor hulu migas akan mendukung keberhasilan penerapan TKDN kegiatan hulu migas.

Menurutnya, ada rencana dan strategi peningkatan produksi hulu migas dalam Indonesia Oil & Gas 4.0, sehingga TKDN telah ditetapkan menjadi salah satu target dan pilar utama.

SKK Migas sendiri mencatat angka realisasi TKDN di sektor hulu migas sebesar 58 persen pada semester I/2021. Katalog tersebut diharapkan dapat memudahkan SKK Migas dan KKKS untuk meningkatkan realisasi tingkat komponen dalam negeri tersebut.

“Setelah capaian target produksi dan efisiensi cost recovery, target berikutnya adalah upaya untuk terus meningkatkan TKDN,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas hulu migas

Sumber : Antara

Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top