Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Tembaga dan Emas Freeport Naik Signifikan di Semester I/2021

Seiring dengan kenaikan produksi, penjualan tembaga Freeport juga mengalami kenaikan. Pada 6 bulan pertama tahun ini, penjualan tembaga Freeport mencapai 568 juta pound atau naik 89,97 persen dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 299 juta pound.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 25 Juli 2021  |  11:05 WIB
Truk diparkir di tambang terbuka tambang tembaga dan emas Grasberg di dekat Timika, Papua, pada 19 September 2015. - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Truk diparkir di tambang terbuka tambang tembaga dan emas Grasberg di dekat Timika, Papua, pada 19 September 2015. - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA—PT Freeport Indonesia mencatatkan kenaikan produksi dan penjualan yang signifikan, baik untuk komoditas tembaga maupun emas, sepanjang semester I/2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan kinerja kuartal II/2021 Freeport-McMoRan Inc. (FCX),  salah satu pemegang saham Freeport Indonesia (PTFI), tembaga yang dihasilkan PTFI sampai dengan Juni 2021 mencapai 606 juta pound.

Realisasi tersebut naik 88,78 persen dibandingkan dengan realisasi produksi pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 321 juta pound.

Seiring dengan kenaikan produksi, penjualan tembaga Freeport juga mengalami kenaikan. Pada 6 bulan pertama tahun ini, penjualan tembaga Freeport mencapai 568 juta pound atau naik 89,97 persen dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 299 juta pound.

Harga jual rata-ratanya pun mengalami kenaikan dari US$2,54 per pound pada semester I/2020 menjadi US$4,29 per pound pada semester I/2021.

Sementara itu, produksi emas perusahaan yang beroperasi di Papua itu sepanjang Januari—Juni 2021 mencapai 597.000 ounce. Capaian ini naik 75,07 persen dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu, yakni 341.000 ounce.

Kenaikan produksi emas juga diikuti dengan naiknya penjualan komoditas tersebut. Pada semester pertama tahun ini, Freeport membukukan penjualan emas sebanyak 558.000 ounce atau naik 74,92 persen dibandingkan dengan semester I/2020 yang mencapai 319.000 ounce.

Harga jual rata-rata emasnya juga mengalami kenaikan, yakni mencapai US$1.785 per ounce.  Harga jual tersebut lebih tinggi dari rata-rata harga jual pada periode yang sama tahun lalu senilai US$1.709 per ounce.

“Penjualan konsolidasi PTFI sebesar 310 juta pound tembaga dan 302.000 ounce emas di kuartal II/2021 [April—Juni 2021] lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan konsolidasi kuartal II/2020 yang mencapai 172 juta pound tembaga dan 180.000 ounce emas, terutama mencerminkan ramp-up penambangan bawah tanah di PTFI,” ujar Chairman & CEO Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson dalam laporannya, dikutip Minggu (25/7/2021).

Dia mengatakan, volume penjualan konsolidasi dari PTFI diperkirakan mencapai sekitar 1,33 miliar pound tembaga dan 1,3 juta ounce emas di 2021.  Angka tersebut naik dibandingkan dengan posisi di 2020 yang mencapai 0,8 miliar pound tembaga dan 0,8 juta ounce emas.  

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Freeport tembaga
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top