Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kinerja Ekspor Positif, Neraca Dagang Bakal Berlanjut Surplus di Juni 2021

Kinerja ekspor dan impor secara bulanan diperkirakan akan mengalami peningkatan, yang didorong oleh faktor musiman, yaitu normalisasi aktivitas perdagangan pasca Lebaran.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 13 Juli 2021  |  15:20 WIB
Kinerja Ekspor Positif, Neraca Dagang Bakal Berlanjut Surplus di Juni 2021
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2021 diperkirakan melanjutkan tren surplus yang didorong oleh pertumbuhan positif baik impor maupun ekspor.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi neraca perdagangan pada Juni 2021 akan mengalami surplus sebesar US$2,23 miliar.

Posisi surplus ini lebih rendah jika dibandingkan dengan posisi surplus pada Mei 2021 yang tercatat sebesar US$2,36 miliar.

“Penurunan surplus perdagangan disebabkan oleh laju pertumbuhan bulanan impor yang lebih tinggi dibandingkan dengan laju pertumbuhan bulanan ekspor akibat kenaikan harga minyak dunia secara rata-rata sebesar 8,14 persen secara bulanan,” katanya kepada Bisnis, Selasa (13/7/2021).

Josua memperkirakan kinerja ekspor dan impor secara bulanan akan mengalami peningkatan, yang didorong oleh faktor musiman, yaitu normalisasi aktivitas perdagangan pasca Lebaran.

Kinerja impor diperkirakan meningkat 9,6 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) atau sebesar 44,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara itu, pertumbuhan kinerja ekspor secara bulanan diperkirakan sebesar 7,4 persen mtm atau sebesar 48,45 persen yoy.

Menurutnya, peningkatan ekspor cenderung tertahan akibat penurunan aktivitas manufaktur di negara mitra dagang utama Indonesia, seperti India dan Tiongkok, yang mana PMI manufaktur di kedua negara itu masing-masing menurun ke level 48,1 dan 51,3.

“Tertahannya ekspor juga disebabkan oleh tren penurunan harga CPO bulan Juni, yang secara rerata turun sebesar 12 persen mtm,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan surplus perdagangan
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top