Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gaet Bank Jago, Transporter Logisly Berpeluang Dapat Modal Kerja

Modal kerja berupa uang jalan menjadi salah satu tantangan bagi para transporter dalam melayani pengguna jasa logistik atau shipper. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 12 Juli 2021  |  21:35 WIB
Gaet Bank Jago, Transporter Logisly Berpeluang Dapat Modal Kerja
Truk logistik melewati jalan tol di Tb Simatupang, Jakarta, Rabu (28/4/2021). - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Para pengusaha truk (Transporter) yang tergabung dalam ekosistem Logisly, berpeluang mendapatkan akses pendanaan modal kerja (Capital working) di depan untuk menjalankan permintaan ekspedisi.

Modal kerja di muka sangat membantu Transporter untuk melayani lebih banyak ekspedisi. Peluang tersebut dapat terjadi berkat kerja sama pembiayaan yang terjalin antara PT Logisly Canggih Indonesia (Logisly) dengan PT Bank Jago Tbk. 

CEO Logisly Roolin Njotosetiadi mengatakan modal kerja berupa uang jalan menjadi salah satu tantangan bagi para transporter dalam melayani pengguna jasa logistik atau shipper. 

Uang jalan yang mencakup biaya bensin, tol, gaji supir dan kebutuhan lain selama melakukan pengiriman barang menjadi biaya terbesar dalam sebuah perjalanan ekspedisi. Seharusnya dana tersebut disiapkan di depan. Sayangnya, para pengusaha truk baru mendapatkan pembayaran setelah pengiriman barang selesai.  

Rooling mengatakan dengan adanya pembiayaan dari Bank Jago, transporter bisa mendapatkan uang jalan di muka dan mempunyai modal kerja atau working capital untuk menerima lebih banyak permintaan yang bisa diambil dari platform Logisly.

"Kami sangat senang dapat bermitra dengan Bank Jago karena dapat membantu  menyelesaikan salah satu persoalan yang dihadapi para pelaku usaha yang berada dalam ekosistem kami," kata Roolin dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (12/7/2021). 

Rooling mengatakan saat ini ada sekitar 8 juta truk di Indonesia yang sebagian besar dimiliki pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dalam menjalankan bisnisnya, mereka menerima pembayaran dengan tempo setelah barang terkirim.

Kontrak dengan pengusaha multinasional maupun pemerintah sering ditawarkan dengan terms of payment hingga 90  hari, bahkan 180 hari. Sementara itu, pembiayaan modal kerja  untuk bisnis model seperti ini, belum banyak tersedia. 

“Kondisi seperti ini menyulitkan para  pemilik truk untuk melayani lebih banyak order,” kata Roolin.  

Roolin mengatakan sebagai bank berbasis teknologi yang fokus pada segmen usaha kecil dan menengah, Bank Jago melihat kerja sama dengan sesama platform digital seperti Logisly ini sebagai peluang untuk menjangkau lebih banyak  pengusaha UMKM. 

Sekadar informasi, Logisly adalah platform truk berbasis digital yang menghubungkan para pengguna jasa logistik (shipper) dengan pengusaha truk (transporter). 

Saat ini Logisly sudah melayani lebih dari 350 shipper mulai dari perusahaan lokal seperti Nabati dan Orang Tua Group hingga perusahaan multinasional seperti Coca Cola dan Haier. 

Jaringan Logisly sudah mencakup lebih dari 1.000 perusahaan truk yang telah melakukan pengiriman ke Aceh sampai Papua.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik StartUp bank jago
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top