Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Webinar BUMN Holding Jasa Survei: Ternyata Ini Penyebab Akselerasi Penyebaran Virus Corona

Saat ini WHO telah mendeteksi setidaknya 10 varian virus Corona yang telah bermutasi. Varian mutasi virus Corona kemudian disusun berdasarkan nomenklatur Yunani disesuaikan dengan urutan kejadiannya, guna menghindari stigmatisasi terhadap suatu negara atau letak geografis.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 12 Juli 2021  |  14:25 WIB
BUMN Holding Jasa Survei mengadakan webinar kesehatan sebagai upaya menekan penyebaran virus Corona.  - Sucofindo
BUMN Holding Jasa Survei mengadakan webinar kesehatan sebagai upaya menekan penyebaran virus Corona. - Sucofindo

Bisnis.com, JAKARTA — Penyebaran Virus Corona di Indonesia kini memasuki gelombang kedua dengan angka kematian yang meningkat signifikan setiap hari. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Praktisi medis dr. Donny M. Shalahuddin mengatakan saat ini ada beberapa mutasi virus Corona di Indonesia Mutasi terjadi sebagai upaya virus bertahan hidup. Mutasi ini menyebabkan virus Corona lebih mudah menempel pada reseptor sel di saluran pernapasan dan pada organ tubuh yang menyebabkan lebih mudah terjadi peradangan, terutama saluran pernafasan. 

Namun dia menyatakan bahwa mutasi virus bukan satu-satunya penyebab akselerasi penyebaran virus Corona belakangan ini. "Faktor utama penyebaran mutasi-mutasi virus Corona ini adalah pergerakan manusia tanpa memperhatikan protokol kesehatan, jadi kombinasi pergerakan manusia dengan varian baru menyebabkan angka kematian yang sangat signifikan” Jelas Donny dalam webinar kesehatan yang diselenggarakan oleh BUMN Holding Jasa Survei (HJS), mengutip keterangan pers dari PT Sucofindo (Persero), Senin (12/7/2021).

Saat ini WHO telah mendeteksi setidaknya 10 varian virus Corona yang telah bermutasi. Varian mutasi virus Corona kemudian disusun berdasarkan nomenklatur Yunani disesuaikan dengan urutan kejadiannya, guna menghindari stigmatisasi terhadap suatu negara atau letak geografis. Varian tersebut adalah Alpha, Beta, Gamma, Delta, Epsilon, Zeta, Eta, Theta, Iota hingga varian Kappa.

“Seluruh dari varian ini pada umumnya menyebabkan gejala yang hampir sama, sehingga untuk pencegahannya saat ini tetap dilakukan dengan langkah yang sama yaitu, testing, tracing, treatment, memakai masker, menjaga jarak, menjaga kebersihan, menjaga imunitas, mengobati komorbid, mengikuti vaksinasi serta memperhatikan durasi dan ventilasi di dalam ruangan saat pertemuan," jelas Donny.

Lebih lanjut dr. Kartika menjelaskan mengenai tindakan isolasi mandiri. Langkah ini hanya boleh dilakukan oleh orang tanpa gejala atau gejala ringan. 

Dalam periode isolasi mandiri, ventilasi ruangan menjadi penting untuk mengatur sirkulasi udara. Pasalnya ruangan tertutup menyebabkan virus yang aktif lebih cepat menular ke penghuni lain.

"Alat yang penting untuk disediakan antara lain termometer untuk mengetahui suhu tubuh dan oxymeter untuk mengukur saturasi oksigen. Perlu untuk melakukan beberapa kegiatan seperti berjemur dan berolahraga untuk meningkatkan imunitas tubuh. Isolasi mandiri sebaiknya menghindari untuk tidak keluar dari dalam ruangan yang telah ditentukan,” katanya.

Kartika juga mengingatkan pentingnya mengikuti vaksinasi yang telah dilakukan oleh pemerintah. Selain itu isitrahat yang cukup dan makan makanan bergizi akan membantu proses pemulihan dan pembentukan antibodi. 

Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dari seluruh peserta agar pemahaman mengenai Penyebaran Virus Corona di gelombang kedua ini lebih baik dan dapat membantu seluruh Insan HJS, para undangan dan keluarga mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi gelombang kedua ini dan saat melakukan isolasi mandiri.

Dalam acara yang sama, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero) Mas Wigrantoro Roes Setiyadi menggarisbawahi menengai penyebaran pesan yang mengandung informasi salah atau hoaks. 

“Informasi yang salah dapat menggiring kita kepada tindakan yang tidak benar. Lindungi diri kita dan keluarga dengan tidak mempercayai hoaks,” kata Mas Wigrantoro

Kegiatan yang yang dilaksanakan secara online ini dihadiri oleh Direktur Utama PT BKI (Persero) Rudiyanto, , Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero) M. Haris Witjaksono, Jajaran Komisaris, Jajaran Direksi ketiga BUMN dan para undangan serta keluarga. Sebanyak kurang lebih 1500 peserta antusias mengikuti kegiatan sharing dari dr. Donny M. Shalahuddin dan dr. Kartika Ningrum Muchtar, Sp.KJ yang dipandu oleh Ketua Health Safety Environment (HSE) Response Team dan Vice President Sucofindo, Susetiorini Adiningsih selaku moderator pada webinar ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN sucofindo Covid-19
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top