Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Masih Yakin Pertumbuhan Ekonomi 2022 5,2 sampai 5,8 Persen

Pemerintah masih meyakini angka pertumbuhan ekonomi pada 2022 dalam rentang 5,2 persen sampai 5,8 persen.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  19:27 WIB
Siluet gedung-gedung bertingkat di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P
Siluet gedung-gedung bertingkat di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah serta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sedang menyusun kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) 2022. Dalam menyusun asumsi pertumbuhan ekonomi tahun depan, eksekutif selalu mempertimbangkan beberapa faktor secara komprehensif.

Ketua Panitia Kerja (Panja) Penerimaan KEM PPKF Fathan Subkhi mengatakan bahwa secara umum, pemerintah masih meyakini angka pertumbuhan ekonomi pada 2022 dalam rentang 5,2 persen sampai 5,8 persen.

“Angka pertumbuhan ekonomi ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap realisasi pendapatan negara tahun 2022,” katanya saat melaporkan hasil rapat di Kompleks Parlemen, Selasa (8/7/2021).

Pada kuartal I/2021, ekonomi Indonesia masih terkontraksi, yaitu 0,74 persen. Oleh karena itu, Fathan menjelaskan bahwa pemerintah harus mengantisipasi pertumbuhan ekonomi 2022 agar target pendapatan negara bisa tercapai.

Dilihat dari sumber-sumber pertumbuhannya, kinerja ekonomi pada 2022 akan ditopang oleh pulihnya konsumsi masyarakat, investasi, dan perdagangan internasional yang kembali terakselerasi setelah Covid-19 terkendali.

“Panja meminta agar pemerintah melakukan langkah-langkah agar pemulihan tersebut benar-benar terealisasi pada tahun 2022 dan berdampak pada tercapainya target pendapatan negara 2022,” jelasnya.

Berdasarkan KEM PPKF, pendapatan negara 2022 diproyeksikan sebesar 10,18 persen (Rp1.823,5 triliun) sampai 10,44 persen (Rp1.895,4 triliun) dari produk domestik bruto (PDB). Sedangkan belanjanya 14,69 persen (Rp2.631,8 triliun) sampai 15,29 persen (Rp2.775,3 triliun) dari PDB.

Nilai tersebut naik dibandingkan dengan tahun ini. Pendapatan negara pada 2021 sebesar 8,98 persen dari PDB atau Rp1.743,7 triliun dan belanjanya 15,58 triliun atau Rp2.750 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr Pertumbuhan Ekonomi pendapatan ekonomi indonesia
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top