Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina International Shipping Bakal Angkut LNG untuk Kilang Cilacap

Keterlibatan Pertamina International Shipping pada proyek itu adalah untuk utilisasi kapal liquefied natural gas (LNG) dengan skema long term time charter atau skema angkutan LNG lainnya.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 07 Juni 2021  |  23:32 WIB
Pekerja berpatroli dengan mengendarai sepeda di area Kilang RU IV Lomanis, Cilacap, Jateng, Selasa (21/2). - Antara/Idhad Zakaria
Pekerja berpatroli dengan mengendarai sepeda di area Kilang RU IV Lomanis, Cilacap, Jateng, Selasa (21/2). - Antara/Idhad Zakaria

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina International Shipping turut andil dalam proyek gasifikasi Kilang Cilacap untuk pengangkutan liquefied natural gas menggunakan kapal.

Direktur Komersial Pertamina International Shipping Riva Siahaan menjelaskan pihaknya menandatangani Heads of Agreement (HoA) bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Keterlibatannya pada proyek itu adalah untuk utilisasi kapal liquefied natural gas (LNG) dengan skema long term time charter atau skema angkutan LNG lainnya.

Dia mengatakan bahwa kesepakatan tersebut sudah melalui hasil pembahasan panjang yang melibatkan working level maupun management level di masing-masing subholding gas dan shipping.

Terkait dengan hal-hal yang masih dalam proses finalisasi, Riva mengatakan telah dilakukan pembahasan lanjutan guna mengakomodir kebutuhan masing-masing subholding.

“PIS berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan PT Pertamina [Persero] dan PGN dalam mengikutsertakan PIS sebagai shipping arm. Semoga kerja sama ini dapat memberikan kontribusi baik bagi perkembangan Pertamina secara holistik,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (7/6/2021).

Untuk menunjang pasokan LNG ke kilang Cilacap, maka akan dibangun infrastruktur LNG terintegrasi. Proyek ini akan memasok gas dengan peningkatan volume secara bertahap (ramp up) 111 MMscfd selama 20 tahun ke Kilang Cilacap, dilaksanakan dengan skema Small Scale Land Based Regasification Terminal dan diperkirakan membutuhkan biaya investasi (capex) sebesar US$151,7 juta.

Direktur Utama PGN Haryo Yuniarto mengatakan proyek itu termasuk dalam prioritas proyek perseroan dalam menyediakan rantai pasok LNG yang terintegrasi.

Dia berharap, dengan l dengan tersedianya supply chain dan infrastruktur LNG yang terintegrasi nanti dapat memenuhi kebutuhan gas di Kilang Cilacap dengan tepat biaya, mutu dan waktu.

Haryo menambahkan, sinergi ini menjadi bentuk dukungan PGN terhadap Pertamina Grup dalam mengelola portfolio LNG yang bisa dioptimalkan dalam rangka subtitusi bahan bakar berjenis Residual Fuel Oil (FRO) menjadi bahan bakar berbasis gas.

"Proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menumbuhkan perekonomian nasional dan dapat mengurangi impor serta menekan defisit neraca migas," ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina PGN
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top