Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terkuak Alasan Mensos Risma yang Berencana Hapus E-Warong!

Mensos Risma sudah menyiapkan pengganti e-warong sehingga keluarga penerima manfaat bisa melakukan pemesanan secara daring dari berbagai lokasi.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 25 Mei 2021  |  06:33 WIB
Dokumentasi - Menteri Sosial Tri Rismaharini (tengah) saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (30/4/2021). - Antara/Reno Esnir
Dokumentasi - Menteri Sosial Tri Rismaharini (tengah) saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (30/4/2021). - Antara/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Sosial Tri Rismaharini berencana menghapus program elektronik warung gotong royong (e-warong) yang selama ini menjadi lokasi pembelian bahan pangan pokok untuk keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial. Rencana ini dikemukakan usai Risma mendapati kasus dijualnya harga bahan pangan di atas harga pasaran.

Dia berpendapat bahwa terbatasnya lokasi pembelian bahan pangan untuk KPM membuat penjual e-warong bisa menjual harga di atas harga pasaran. Dia pun mengaku telah beberapa kali mendapati kasus harga pangan di e-warong yang lebih mahal.

Salah satu temuan itu disaksikan langsung oleh Risma ketika berkunjung ke salah satu e-warong di Solo. Di lokasi yang dia kunjungi, telur 1 kilogram dibanderol di harga Rp27.000.

Ketika penjual ditanyai alasan tingginya harga telur, penjual mengaku harga dari pemasok sudah tinggi. Namun, saat Risma mengecek harga telur di warung terdekat, komoditas pangan tersebut hanya dibanderol Rp18.500 per kilogram.

“Saya juga mohon izin, untuk e-warong, itu akan saya hapus,” kata Risma di hadapan Komisi VIII DPR RI, Senin (24/5/2021).

Dia menilai masyarakat miskin dipaksa untuk membeli sembako dengan harga yang lebih mahal lewat mekanisme yang diterapkan saat ini. Oleh karena itu, dia berencana memberi akses untuk pembelanjaan dana bansos yang lebih besar.

“Artinya orang miskin membeli lebih mahal karena kita menetapkan di tempat itu lah [KPM] harus beli,” lanjutnya.

Meski tidak memerinci lebih lanjut, Risma mengatakan telah menyiapkan pengganti e-warong. Dia mengatakan nantinya KPM bisa melakukan pemesanan secara daring dari berbagai lokasi.

"Jadi, nanti kita lagi siapkan e-warong di mana siapapun bisa menjadi tempat dia membeli. Kami sedang siapkan aplikasinya, [jadi] dengan handphone saja nanti,” kata Risma.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tri rismaharini E-Warong
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top