Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

RNI Mengeklaim Telah Distribusikan Seluruh Gula Kristal Impor

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) mendapat penugasan mengimpor 75.000 ton, gula kristal putih siap konsumsi.
Impor gula sudah mulai masuk 9 Januari 2021 dari Australia, sisanya akan datang awal Februari. /KTM
Impor gula sudah mulai masuk 9 Januari 2021 dari Australia, sisanya akan datang awal Februari. /KTM

Bisnis.com, JAKARTA PT Rajawali Nusantara Indonesia melaporkan telah mendistribusikan seluruh gula kristal putih yang diimpor untuk memenuhi kebutuhan selama hari besar keagamaan nasional (HKBN). Perusahaan juga bakal segera memulai masa giling tebu melalui lima pabrik gula.

“Proses [impor] sangat cepat sehingga masuk sebelum Lebaran dan berhasil kita distribusikan ke seluruh wilayah Indonesia,” kata Direktur Utama PT RNI Arief Prasetyo Adi saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR, Rabu (19/5/2021).

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) mendapat penugasan mengimpor 75.000 ton, gula kristal putih (GKP) siap konsumsi. Perusahaan menyebutkan gula didatangkan dari Thailand dan India dan masuk melalui tiga pelabuhan.

Sebanyak 15.000 ton gula masuk melalui Pelabuhan Belawan, Medan. Sementara itu, 60.000 ton sisanya masuk melalui Jakarta dan Surabaya dengan volume masing-masing 30.000 ton.

Arief mengatakan bahwa gula yang masuk melalui Surabaya secara khusus didistribusikan ke wilayah Indonesia bagian timur.

“Impor yang masuk kita distribusi kecuali wilayah Surabaya sekitarnya karena ada produksi di sana. Kita kirim dari Surabaya ke wilayah Timur,” lanjut Arief.

Stok gula yang sejauh ini masih tersisa, lanjut Arief, adalah sebesar 800 ton. Perusahaan juga tengah mempersiapkan diri untuk memulai masa giling tebu pada Mei ini. 

Pabrik gula (PG) Rejo Agung Baru dan PG Tersana Baru akan memulai giling pada 20 Mei. Sementara itu, PG Krebet Baru dan PG Candi Baru akan mulai giling pada 25 Mei. Terakhir, penggilingan di PG Jatitujuh dimulai pada 4 Juni 2021.

Perusahaan menargetkan produksi gula dari giling tahun ini bisa meningkat dari 231.076 ton pada 2020 menjadi 282.315 ton pada 2021. Luas area tebu yang dipanen diharapkan naik dari 44.237 hektare (ha) menjadi 46.734 ha. Rendemen pun ditargetkan naik dari hanya 7,01 persen pada tahun lalu menjadi 8,10 persen.

“Rendemen karena tahun lalu cuaca tidak terlalu baik, rendemen kami hanya 7,01 persen dari seluruh pabrik gula. Tahun ini kami targetkan naik menjadi 8,10 persen,” kata Arief.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Zufrizal
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper