Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Tekstil Akan Pulih Paling Lama dari Pandemi Covid-19

Global Industry Outlook Oxford Economics juga memprediksi industri tekstil di sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan China paling cepat pulih pada 2023.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 23 April 2021  |  16:03 WIB
Pekerja menyelesaikan produksi celana di salah satu industri tekstil, Kopo, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/1/2021).  - ANTARA
Pekerja menyelesaikan produksi celana di salah satu industri tekstil, Kopo, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/1/2021). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA — Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dinilai akan pulih dari Covid-19 lebih lama dibandingkan dengan industri lain. 

Global Industry Outlook Oxford Economics juga memprediksi sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan China  mengalami hal serupa dengan pemulihan tercepat diprediksi pada 2023 mendatang.

Direktur Industri, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo mengatakan selain yang utama karena daya beli, industri TPT ini juga erat kaitannya dengan gaya hidup atau lifestyle masyarakat. Dimana saat pandemi ini seluruh masyarakat mengerem konsumsi dan wisata.

"Sandang menjadi struktur konsumsi tambahan pariwisata yang cukup besar, oleh karena itu pemulihan industri TPT menjadi konsen tersendiri karena memiliki tantangan yang lebih besar," katanya dalam diskusi Indef dikutip, Jumat (23/4/2021).

Leonardo menyebut sejalan dengan hal itu, kegiatan ekspor dan persoalan tenaga kerja saat ini masih membayangi industri. Alhasil, pada tahun lalu industri TPT mencatat jumlah pengangguran tertinggi dibandingkan dengan industri lain.

Merujuk data BPS, industri garmen atau pakaian jadi mengalami pengurangan tenaga kerja hingga 351.388 orang atau  minus 13,11 persen dari total tenaga kerja sebelumnya. Tak hanya itu industri tekstil juga mengalami penurunan sebesar 183.302 orang atau minus 14,4 persen. Alhasil, secara total ada 534.000 buruh TPT yang terkena PHK selama pandemi Covid-19.

Industri terkait yakni industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki juga tercatat menjadi terbanyak kedua setelah industri garmen soal PHK, yaitu menyumbang hingga 212.009 orang.

Sisi lain, Leonardo menyebut hal penting lain yang harus dibenahi dalam industri TPT adalah produktivitas yang masih terbilang rendah dibandingkan dengan industri lain.

Produktivitas industri TPT saat ini masih sebesar 0,19 persen, sedangkan industri padat karya lain sudah di atas itu yakni industri makanan dan minuman mencapai 0,31 persen, industri pengolahan tembakau dan barang dari plastik mencapai 0,30 persen, dan industri furnitur sebesar 0,21 persen. Padahal, pada saat yang sama tingkat upah di industri tekstil meningkat setiap tahunnya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur tekstil Covid-19
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top