Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BKPM Siap Kawal Pembangunan Pabrik Pupuk di Papua Barat, Ini Strategi Bahlil Lahadalia

Bahlil menekankan bahwa BKPM akan membantu sepenuhnya PT Pupuk Kaltim dalam mengurus izin yang diperlukan, termasuk insentif fiskal berupa tax holiday dan tax allowance.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 17 April 2021  |  11:22 WIB
BKPM Siap Kawal Pembangunan Pabrik Pupuk di Papua Barat, Ini Strategi Bahlil Lahadalia
Pabrik Pupuk Indonesia. - Dok. Istimewa/PT Pupuk Indonesia (Persero)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan pihaknya siap mendukung rencana PT Pupuk Indonesia (Persero) dan anak usahanya, PT Pupuk Kaltim, untuk membangun pabrik pupuk di Bintuni, Papua Barat.

“Khusus untuk di Papua, saya yang akan turun langsung karena ini menyangkut dengan kedaulatan negara. Jadi pupuk ini jangan dianggap main-main. Nilainya bukan hanya bisnis, tapi nilai pengabdian, nilai pemerataan. Nilainya adalah kebersamaan, apalagi kebutuhan pupuk nasional masih di atas kapasitas produksi nasional," katanya melalui siaran pers yang dikutip Bisnis, Sabtu (17/4/2021).

Terkait dengan perizinan investasi, Bahlil menekankan bahwa BKPM akan membantu sepenuhnya PT Pupuk Kaltim dalam mengurus izin yang diperlukan, termasuk insentif fiskal berupa tax holiday dan tax allowance.

“Urusan ekspansi nanti, izinnya semua diurus di BKPM. Pemerintah dan BUMN atau perusahaan harus kolaborasi. Karena kalau menahan izin, itu berarti menahan penciptaan lapangan pekerjaan, menahan sumber pendapatan negara, sama juga menahan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Bakir Pasaman pun menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah, khususnya BKPM atas bantuan yang diberikan selama ini. 

Bakir menyatakan siap menjalankan pengembangan kawasan di Papua Barat sebagai bagian dari upaya pengembangan perusahaan. Adapun proyek pengembangan di Papua Barat ini adalah proyek pendirian pabrik pupuk urea, amoniak, dan juga methanol. 

Bakir menjelaskan, proyek besar ini sangat membutuhkan dukungan pemerintah, antara lain dukungan harga gas yang kompetitif dengan alokasi yang mencukupi, tax holiday, serta penentuan lokasi di Kawasan BP Tangguh.

Lokasi proyek yang berada di Papua Barat ini merupakan salah satu kontribusi Pupuk Indonesia dalam membantu pemerintah untuk mengembangkan Kawasan Indonesia Timur. 

"Selain itu, saat ini kami juga tengah memulai proyek pabrik amoniak-urea Pusri 3B di Palembang, yang kami harapkan beroperasi pada tahun 2024," tambah Bakir. 

Senada, Direktur Utama PT Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi menegaskan pihaknya siap menjadi pelaksana proyek di Papua Barat. "Kami berharap dukungan, sehingga program investasi yang sudah direncanakan ini dapat terlaksana," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bkpm pabrik pupuk pupuk kaltim pt pupuk indonesia (persero)
Editor : Ropesta Sitorus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top