Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ditjen Hubdat Kemenhub Hemat Anggaran, Ini Dampaknya

Ditjen Hubdat Kemenhub menjelaskan dampak dari penghematan anggaran yang dilakukan pada 2021.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 07 April 2021  |  14:34 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub, Budi Setiyadi saat ditemui wartawan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Rinaldi Muhammad Azka
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub, Budi Setiyadi saat ditemui wartawan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Rinaldi Muhammad Azka

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kemenhub memastikan penghematan anggaran (refocusing) yang terjadi pada tahun ini tidak berdampak banyak terhadap sejumlah rencana kerja pemerintah (RKP) 2021.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan program dan kegiatan Ditjen Hubdat telah sesuai dengan RKP 2021 dalam pelaksanaan prioritas nasional, memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar dengan tiga program prioritas.

"Dapat kami sampaikan meskipun dengan dilakukannya refocusing dan realokasi belanja kami tetap menjaga target rencana kerja pemerintah tidak terganggu terlampau besar. Hanya terdapat dua proyek prioritas yang mengalami perubahan target," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI, Rabu (7/4/2021).

Adapun dua proyek yang dimaksud adalah pembangunan pelabuhan sungai, danau dan penyeberangan dengan target semula 42 lokasi menjadi 41 lokasi. Dia menyebut terdapat penundaan pembangunan untuk Danau Lindu yang menunggu review perhitungan struktur akibat gempa yang terjadi tahun lalu.

"Kemudian [proyek kedua] revitalisasi terminal penumpang tipe A dengan target semula 13 lokasi menjadi 11 lokasi. Penundaan untuk Terminal Bawen dan Terminal Mendolo di Jawa Tengah yang secara operasional sudah cukup baik," ujarnya.

Sebelumnya Budi menjelaskan Ditjen Hubdat turut terdampak penghematan anggaran belanja demi membantu penanganan pandemi Covid-19. Pagu alokasi yang semula ditetapkan Rp7,6 triliun mengalami refocusing sebesar Rp1,98 triliun dari rupiah murni sehingga menjadi Rp5,6 triliun.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 masih perlu penanganan dan masih diperlukannya anggaran untuk pengadaan vaksin, dukungan anggaran perlindungan sosial, serta pemulihan ekonomi nasional sehingga kemudian berimbas pada adanya refocusing dan realokasi belanja kementerian dan lembaga pada 2021," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top