Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pengusaha Bisa Bantu Tekan Biaya Logistik, Ini Caranya

Pengusaha jasa logistik dinilai bisa membantu efisiensi biaya logistik melalui upaya konsolidasi.
Petugas beraktivitas di Terminal Kargo dan Pos Bandara Jenderal Ahmad Yani yang berada di lokasi baru seusai diresmikan, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/1/2019)./ANTARA-Aji Styawan
Petugas beraktivitas di Terminal Kargo dan Pos Bandara Jenderal Ahmad Yani yang berada di lokasi baru seusai diresmikan, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/1/2019)./ANTARA-Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA - Supply Chain Indonesia (SCI) menyebut pengusaha jasa logistik berperan penting dalam membantu efisiensi biaya logistik yang selama ini diklaim mahal.

Chairman SCI Setijadi mengatakan diperlukan peranan perusahaan penyedia jasa logistik untuk melakukan konsolidasi pada tahap pengumpulan maupun pengiriman komoditas, termasuk dalam memfasilitasi implementasi rantai dingin (cold chain). Pasalnya, masalah skala ekonomi menjadi salah satu penyebab tingginya biaya logistik di Indonesia, sehingga produk dan komoditas tidak berdaya saing.

"Peranan perusahaan jasa logistik sebagai konsolidator akan dapat mendorong peningkatan volume ekspor industri dan pelaku UMKM, sekaligus meningkatkan surplus neraca perdagangan," katanya dalam siaran pers, Kamis (25/3/2021).

Dia menyebut selama ini masalah skala ekonomi terjadi karena aktivitas ekonomi dan industri tersebar di banyak pelaku dengan volume dan kapasitas produksi tiap pelaku yang rendah. Masalah ini terjadi pada banyak tahapan dalam rantai pasok.

Setijadi mencontohkan, pada sektor perikanan, misalnya, masalah skala ekonomi terjadi mulai pada tahap awal yaitu dalam proses penangkapan ikan oleh nelayan. Masalah skala ekonomi terus terjadi dalam proses pengangkutan dari lokasi pengumpulan ke wilayah-wilayah konsumsi, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun industri pengolahan.

"Masalah skala ekonomi terjadi pada beberapa sektor lainnya termasuk UMKM. Keterbatasan modal dan volume produksi mengakibatkan skala ekonomi yang rendah sehingga produk sulit bersaing dengan luar negeri," ujarnya.

Dia mendorong penyedia jasa logistik terus mengembangkan layanan dan model bisnisnya agar semakin berdaya saing. Perusahaan dengan layanan dasar (foundation services) perlu terus bertransformasi menjadi third-party logistics provider (3PL), lead logistics provider (LLP), hingga lead logistics manager (LLM).

"Perusahaan manufaktur dan UMKM bisa memanfaatkan layanan [jasa logistik] untuk mengefisienkan biaya logistik, sehingga produk dan komoditasnya bisa berdaya saing, termasuk untuk ekspor," imbuhnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rahmi Yati

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper