Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sharp Kejar Omzet Rp12 Triliun, Ini Strateginya

Adapun upaya mengejar omzet adalah dengan menambah kategori produk baru seperti notebook dan smartphone.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 22 Maret 2021  |  19:37 WIB
Logo Sharp terpampang di salah satu pameran produk elektronik di Jepang - Reuters/Toru Hanai
Logo Sharp terpampang di salah satu pameran produk elektronik di Jepang - Reuters/Toru Hanai

Bisnis.com, JAKARTA — PT Sharp Electronics Indonesia tahun ini menargetkan omset penjualan sebesar Rp12 triliun. Guna mencapai target tersebut perseroan pun gencar merilis produk anyar.

National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia Andry mengatakan memasuki kuartal II/2021 ini, Sharp Indonesia semakin optimis akan mampu mencatat angka penjualan yang lebih baik dari kuartal sebelumnya.

"Kami berusaha untuk dapat menembus omset penjualan sebesar Rp12 triliun setahun. Guna mencapai angka tersebut kami terus berusaha menggali potensi dengan meluncurkan kategori produk-produk baru yang memang sesuai dengan masa dan kebutuhan konsumen di Indonesia," katanya melalui siaran pers, Senin (22/3/2021).

Andry menyebut optimisme perseroan juga didorong dengan dimulainya vaksin Covid-19 memberikan rasa aman dan kepercayaan masyarakat Indonesia untuk kembali membelanjakan uang mereka untuk membeli barang-barang sekunder seperti produk elektronik.

Adapun strategi menambah kategori produk baru seperti notebook dan smartphone merupakan salah satu strategi yang dilakukan Sharp Indonesia untuk meningkatkan dan memperluas pangsa pasar. Pasalnya, perseroan tengah menjadikan produk notebook sebagai salah satu produk backbone pada masa depan.  

"Tahun salah satu produk yang akan kami tingkatkan performanya adalah produk notebook Dynabook, kedepannya kami akan menambah varian baru dan memperluas jaringan pendistribusian, salah satunya Sharp Indonesia akan  fokus untuk menaikan kontribusi penjualan melalui kanal B2B dari 5-6 persen menjadi 15-20 persen," ujar Andry.

Sementara itu usai Juni 2020 lalu Sharp Corp. resmi mengakuisisi 100 persen Dynabook Inc. selaku anak usaha Toshiba yang fokus pada produk notebook dan juga laptop, perseroan semakin agresif untuk memasuki pasar yang kian berkembang di masa pandemi ini khususnya di pasar notebook Indonesia.  

Head of Marketing AUVI Product Strategy Division Ardy menambahkan setelah sukses meluncurkan lini produk pertamanya pada 17 Agustus 2020 lalu melalui produk Satellite tipe L-40 G, pada Februari 2021 lalu Sharp Indonesia kembali mengeluarkan Dynabook Satellite tipe C-40 guna memberikan pilihan produk bagi konsumen baik dari segi fitur maupun harga.

"Indonesia memiliki pasar yang cukup besar dengan angka penjualan sekitar 120.000 unit per bulannya, dengan nilai sebesar Rp600 miliar. Di mana pangsa pasar sebesar 80 persen masih didominasi oleh produk di bawah Rp7 juta dan 20 persen untuk kategori produk di atas Rp7 juta," katanya.

Ardy menyebut guna menjawab tantangan dari keadaan pasar notebook di Indonesia, Sharp Indonesia melalui Dynabook menghadirkan beberapa varian produk, mulai dari harga Rp8 juta hingga Rp16 juta yang menargetkan kelas menengah dan premium.

Selanjutnya Sharp Indonesia telah mempersiapkan untuk memperluas pangsa pasarnya dengan masuk ke pangsa pasar notebook di bawah Rp7 juta.  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur elektronik sharp
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top