Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten ARNA Ekspansi, Incar 2 Persen Pasar Keramik HT 60X60

Terkait ekspansi produk keramik HT 60x60, perseroan telah memboyong mesin produksi dari Itali.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 08 Maret 2021  |  15:41 WIB
Ilustrasi pembuatan keramik.  - Istimewa
Ilustrasi pembuatan keramik. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Arwana Citramulia Tbk. (ARNA) memastikan rencana ekspansi produksi homogenous tile (HT) berukuran 60x60 centimeter akan mulai dilakukan pada pekan depan. Perseroan telah memboyong mesin produksi dari Itali.

Direktur Operasional PT Arwana Citramulia Tbk. Edy Suyanto optimistis produk tersebut akan diterima pasar. Hal itu mengingat permintaan produk tersebut sangat besar yakni sekitar 150 juta meter persegi per tahun.

Sementara itu utilisasi produk HT 60x60 berada di level 46 persen. Rendahnya utilisasi tersebut disebabkan oleh tingginya pangsa pasar HT impor di pasar domestik sekitar 51 persen atau sekitar 72 juta meter persegi.

"Dari data impor dan produk HT lokal kami mencatat rerata permintaan setahun 150 juta meter persegi, produksi kami pertama nanti hanya 3 juta. Artinya kami hanya memegang 2 persen dari pasar dan ke depan peluang juga masih sangat besar," katanya dalam jumpa media virtual, Senin (8/3/2021).

Edy mengemukakan perseroan pun sangat optimistis dengan ekspansi tersebut, mengingat rerata produk HT 60X60 dari India, China, dan Vietnam saat ini 100 persen berwarna cream polos.

Perseroan akan memiliki berbagai varian produk mix yang memberikan nilai tambah untuk produksi seperti tipe marble, rustik, dan wood dengan desain motif kayu. Dengan lebih jeli melihat dan mengenal pasar keramik ini, Edy menyebut perseroan akan mampu memenangi persaingan.

"Produk ini akan kami sebut Arna dan produksi yang sejenis impor hanya 15.000 m2 selebihnya varian mix. Kami juga yakin dengan jaringan distribusi kami yang sudah menjangkau ke seluruh Indonesia," ujarnya.

Sisi lain, produsen HT lokal saat ini hampir 100 persen menggunakan bahan baku impor yang berasal dari Malaysia dan Thailand. Perseroan akan menggunakan 100 persen bahan baku lokal.

Seperti diketahui, Arwana memiliki kapasitas produksi 67,5 juta meter persegi yang memproduksi keramik untuk pasar menengah dan menengah bawah.

Adapun lini produksi anyar HT 60x60 tersebut didirikan di samping pabrik eksisting Arwana di Mojokerto. Total investasi yang dikeluarkan mencapai Rp200 miliar.

Menurut Edy, pabrikan masih menahan diri untuk investasi dalam skala besar pada produksi HT karena masih akan melihat respons pasar. Sejauh ini pihaknya hanya produksi keramik dengan segmen pasar bawah dan menengah bawah. Artinya, Arwana hanya memproduksi keramik dengan ukuran 40x40 centimeter dan 50x50 centimeter. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur industri keramik
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top