Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waskita Jual Sebagian Pemilikan Tol Semarang-Batang, Kantongi Rp1,5 Triliun

Setelah penandatanganan perjanjian jual beli usai, kepemilikan saham WTR pada jalan tol Semarang—Batang akan berkurang menjadi 20 persen.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 05 Maret 2021  |  17:04 WIB
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta memasuki Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/5/2019). - Antara/Aji Styawan
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta memasuki Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/5/2019). - Antara/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Waskita Toll Road telah mendivestasi kepemilikan di jalan tol Semarang—Batang pada Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT) Samuel Aset Manajemen Jalan Tol (SAM JT) sebesar 20 persen. Adapun, total kepemilikan WTR dalam ruas Semarang—Batang adalah 40 persen.

Direktur Utama WTR Septiawan Andri Purwanto mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan dana segar senilai Rp1,5 triliun dari penjualan aset tersebut. Dia berujar perseroan menjual pemilikan saham perseroan pada PT Samuel Aset Management untuk dijadikan RDPT berbasis ekuitas.

"Kami masih harus melakukan pemenuhan persyaratan administrasi dan memastikan proses divestasi dilakukan secara proper dan mematuhi ketentuan yang berlaku sebelum penandatanganan sale purchase agreement antara kami dan RDPT-SAM JT," katanya melalui keterangan resmi, Jumat (5/3/2021).

Setelah penandatanganan perjanjian jual beli usai, kepemilikan saham WTR pada jalan tol Semarang—Batang akan berkurang menjadi 20 persen. Adapun, pemilikan WTS dalam badan usaha jalan tol (BUJT) ruas Semarang—Batang sejauh ini masih 40 persen.

Presiden Direktur PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) Destiawan Soewardjono mengatakan bahwa divestasi ruas Semarang—Batang seharusnya dilakukan pada 2020. Namun, pandemi Covid-19 membuat aksi korporasi tersebut tertunda.

"Aksi korporasi ini sebagai langkah awal pada 2021. Kami mempunyai target besar untuk divestasi jalan tol yang kami miliki," katanya.

Destiawan berharap divestasi ruas tol berikutnya akan terjadi pada semester I/2021, atau selambatnya pada kuartal III/2021.

Dia menilai divestasi 20 persen saham perseroan pada ruas Semarang—Batang menunjukkan ruas tol milik Waskita memiliki nilai jual yang baik.

Jalan tol Semarang—Batang memiliki panjang 75 kilometer dan telah beroperasi sejak 2018. Destiawan berpendapat ruas tersebut penting lantaran menghubungkan Pulau Jawa bagian barat menuju Ibo Kota Provinsi Jawa Tengah.

Selain ruas Semarang—Batang, WSKT akan melego delapan ruas lainnya, yakni Medan—Kualanamu—Tebing Tinggi (Seksi 1—7), Kuala Tanjung—Tebing Tinggi—Parapat (Seksi 1—6), Cibitung—Cilincing (Seksi 1—4), Cinere—Serpong (Seksi 1—2), Bogor—Ciawi—Sukabumi (Seksi 1—4), Depok—Antasari (Seksi 1—3), Pemalang—Batang (Seksi 1—2), dan Krian—Legundi—Bunder—Manyar (Seksi 1—4).

Dari kesembilan ruas jalan tol tersebut, jalan tol Kuala Tanjung—Tebing Tinggi—Parapat (Seksi 1—6) memiliki jarak terpanjang hingga 143,25 kilometer.

Sementara itu, kepemilikan saham tertinggi berada di ruas Krian—Legundi—Bunder—Manyar (Seksi 1—4) atau 99,9 persen, sedangkan yang terendah pada ruas Depok—Antasari (Seksi 1—3) sekitar 25 persen.

Secara total, panjang jalan tol yang akan didivestasi oleh Waskita Karya (WSKT) adalah sekitar 483,53 kilometer.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tol batang semarang waskita toll road
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top