Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dua Hal Ini Bikin Garuda (GIAA) Alami Situasi Sulit

Garuda Indonesia menjelaskan dua hal yang membuat kondisi maskapai memasuki situasi sulit pada awal tahun.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  21:30 WIB
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia bersiap melakukan penerbangan di Bandara internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara akhir pekan lalu (8/1/2017). - Bisnis/Dedi Gunawan\n
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia bersiap melakukan penerbangan di Bandara internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara akhir pekan lalu (8/1/2017). - Bisnis/Dedi Gunawan\\n

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) menyampaikan sepanjang dua bulan pertama tahun ini maskapai dihadapkan pada situasi yang menyulitkan lantaran memasuki periode low season dan dampak kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pada awal tahun ini berlangsung kembali kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Setelah itu, diikuti dengan kasus jatuhnya pesawat Sriwijaya Air serta periode low season pada Januari–Februari yang mempengaruhi psikologis penumpang pesawat penumpang untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan transportasi udara.

Dia menjabarkan dari hasil monitoring dan evaluasi, terdapat 140 penerbangan per hari selama hampir dua bulan berjalan tahun ini, sedangkan jumlah penumpang sekitar 10.000 per hari. Kondisi ini yang membuat masa pemulihan bagi maskapai makin berjalan dengan sulit walaupun inisiatif yang dilakukan sudah mencapai titik optimum.

"Kita harus percaya dengan vaksinasi, confidence publik meningkat. Walaupun aturan rapid antigen membuat penumpang tidak nyaman, tetapi kabar dari Kemenhub pada 1 April bahwa akan digunakan GeNose, kami harapkan lebih memudahkan penumpang," kata Irfan, Rabu (24/2/2021).

Garuda Indonesia optimistis dengan kondisi industri penerbangan. Maskapai ingin agar masyarakat kembali melakukan perjalanan atau berlibur via transportasi udara tanpa menambah jumlah kasus positif Covid-19.

Optimisme tersebut, lanjutnya, bukan tanpa alasan karena dari data yang ada menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan baik dari sisi jumlah penumpang maupun dari sisi frekuensi penerbangan.

Irfan menjabarkan dari sisi jumlah penumpang pada akhir tahun lalu mencapai 24.000 penumpang per hari dengan 300 penerbangan per hari termasuk penerbangan internasional. Kondisi ini dibandingkan dengan normal sebelum pandemi adalah dengan angka penerbangan lebih dari 500 hari dan penumpang lebih dari 50.000 per hari.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top