Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awas! Gelombang Tinggi Bakal Terjadi di Wilayah Ini

Kemenhub menyampaikan prediksi gelombang tinggi di beberapa perairan Indonesia hingga 7 hari ke depan.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 19 Februari 2021  |  13:40 WIB
Ilustrasi. Gelombang laut setinggi lebih dari 7 meter menerjang pantai Sembukan, Paranggupito, Wonogiri pada puncak ombak besar Samudera Hindia, Rabu (25/7/2018). - Bisnis/Sunaryo Haryo Bayu
Ilustrasi. Gelombang laut setinggi lebih dari 7 meter menerjang pantai Sembukan, Paranggupito, Wonogiri pada puncak ombak besar Samudera Hindia, Rabu (25/7/2018). - Bisnis/Sunaryo Haryo Bayu

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan prediksi gelombang tinggi yang terjadi saat cuaca ekstrem melanda di perairan Indonesia pada 18 sampai dengan 24 Februari 2021.

Berdasarkan siaran pers yang diterima, Jumat (19/2/2021), cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi 2,5 - 4 meter diperkirakan akan terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan Kep. Anambas dan Kep. Natuna.

Kemudian Perairan Barat Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu dan P. Enggano. Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Mentawai hingga Barat Lampung, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa Hingga Selatan NTB, Samudera Hindia Selatan Pulau Jawa hingga Selatan NTB, Perairan Utara Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Manokwari, Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Utara Papua, Perairan Yos Sudarso, Laut Arafura.

Sementara itu, gelombang sedang setinggi 1,25 - 2,5 meter diperkirakan akan terjadi di Perairan Selat Malaka Bagian Utara, Perairan Lhokseumawe, Perairan Sabang - Banda Aceh, Perairan Meulaboh - P. Simeuleu.

Kemudian Perairan Barat Kep. Nias, Samudera Hindia Barat Aceh hingga Nias, Laut Natuna, Perairan Utara Bangka, Selat Karimata, Perairan Belitung, Selat Gelasa, Laut Jawa, Perairan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Perairan Kep. Kagean, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan P. Sabu dan P. Rote, Perairan Kupang, Perairan Utara NTT, Laut Flores, Perairan Kep. Selayar, Perairan Baubau dan Kep. Wakatobi.

Selain itu, Teluk Tomini, Selat Maksar Bagian Utara, Perairan Utara Sulawesi, Perairan Kalimantan Utara, Laut Sulawesi, Perairan Kep. Sangihe Talaud, Laut Maluku, Perairan Barat Halmahera, Perairan Kep. Sula, Perairan Sorong dan Kep. Raja Ampat, Perairan Utara Biak, Perairan Sarmi - Jayapura, Laut Seram, Perairan P. Buru dan P. Seram, Laut Banda, Perairan Kep. Sermata - Leti, Perairan Kep. Babar - Tanimbar, Perairan Kep. Kai - Aru, Perairan Fakfak - Kaimana, Laut Aru.

Selanjutnya Barat Aceh, Kep. Nias, Samudera Hindia Barat dan Kep Nias. Kemudian Laut Natuna Utara, Perairan Kep. Natuna, Laut Flores, Laut Sawu, Laut Banada Bagian Utara, Perairan Kep. Sermata - Kep. Leti, Perairan Kep. Babar dan Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Kai dan Kep. Aru, Laut Seram, dan Perairan Fak-Fak.

Lalu terjadi di Laut Arafuru, Perairan Yos Sudarso Bagian Selatan, Laut Sulawesi Bagian Timur, Perairan Kep. Sitaro, Kep. Sangihe Talaud, Laut Maluku, Perairan Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Raja Ampat Bagian Utara, Perairan Manokwari, Perairan Biak, Perairan Jayapura - Sarmi, Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top