Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TikTok Dinyatakan Langgar Hak Pengguna di Uni Eropa

Badan Konsumen di Eropa menyatakan TikTok melanggar hak pengguna serta gagal melindungi anak-anak dan remaja dari konten berbahaya atau iklan tersembunyi.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  17:26 WIB
Logo TikTok/Bloomberg - Lam Yik
Logo TikTok/Bloomberg - Lam Yik

Bisnis.com, JAKARTA - TikTok, aplikasi berbagi video milik China, dinyatakan melanggar hak pengguna dalam skala besar oleh Organisasi Konsumen Eropa (BEUC). Menurut organisasi yang berbasis di Brussel itu, kebijakan hak cipta TikTok yang tidak adil dan koin virtual harus diselidiki.

Badan itu juga meningkatkan peringatan sebelumnya bahwa aplikasi itu gagal melindungi anak-anak dan remaja dari konten berbahaya atau iklan tersembunyi.

"Hanya dalam beberapa tahun, TikTok telah menjadi salah satu aplikasi media sosial paling populer dengan jutaan pengguna di seluruh Eropa. Tapi TikTok mengecewakan penggunanya dengan melanggar hak mereka," kata Monique Goyens, direktur jenderal BEUC, dilansir Bloomberg, Selasa (16/2/2021).

Goyens mengatakan BEUC telah mengajukan keluhan kepada Komisi Eropa dan otoritas perlindungan konsumen nasional.

Sementara itu, TikTok milik ByteDance Ltd. sedang diperiksa oleh otoritas data UE terkait cara menangani informasi pribadi anak-anak. Secara terpisah, ByteDance sedang membahas potensi masalah keamanan atas pembagian data dengan Amerika Serikat menyusul upaya mantan presiden Donald Trump untuk melarang aplikasi China tahun lalu.

BEUC menyatakan persyaratan hak cipta TikTok tidak adil dalam memberi perusahaan hak yang tidak dapat dibatalkan untuk menggunakan video tanpa pembayaran. Grup tersebut juga mengkritik bagaimana TikTok menjual koin untuk hadiah virtual di mana perusahaan memiliki hak mutlak untuk mengubah nilai tukar antara koin dan hadiah, yang berpotensi merusak transaksi keuangan demi keuntungannya sendiri.

TikTok mengatakan dalam email bahwa mereka meminta BEUC untuk mengadakan pertemuan untuk mendengarkan kekhawatirannya. "Menjaga komunitas kami aman, terutama pengguna kami yang lebih muda, dan mematuhi hukum di mana kami beroperasi adalah tanggung jawab yang kami tangani dengan sangat serius," kata TikTok.

Menurut pernyataan itu, TikTok telah mengambil berbagai langkah, termasuk menjadikan semua akun milik pengguna di bawah 16 tahun sebagai pribadi secara default. "Kami juga telah mengembangkan ringkasan dalam aplikasi dari kebijakan privasi kami dengan kosakata dan nada suara yang memudahkan remaja untuk memahami pendekatan kami terhadap privasi," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa Donald Trump TikTok

Sumber : Bloomberg

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top