Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BTN Ingin KPR Lewat FLPP Dinaikkan Dua Kali Lipat, Begini Alasannya

Manajemen Bank BTN mengusulkan jumlah KPR melalui skema FLPP dinaikkan dua kali lipat dari yang telah ditetapkan untuk tahun ini. Sejumlah pertimbangan melatarbelakangi usulan tersebut.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 15 Februari 2021  |  14:58 WIB
BTN Ingin KPR Lewat FLPP Dinaikkan Dua Kali Lipat, Begini Alasannya
Ilustrasi pembangunan perumahan subsidi di Bogor, Jawa Barat./Antara - Yulius Satria Wijaya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. berharap ada tambahan kuota kredit pemilikan rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga dua kali lipat dari yang telah ditetapkan untuk tahun ini.

Plt. Direktur Utama Bank BTN Nixon L. P. Napitupulu mengatakan perseroan sangat mengharapkan adanya tambahan kuota KPR subsidi baik melalui skema FLPP, Subsidi Selisih Bunga (SSB), maupun skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) menjadi 300.000 unit.

Pasalnya, pihaknya meyakini permintaan KPR subsidi akan lebih tinggi pada tahun 2021 dibandingkan dengan 2020. “Oleh sebab itu, kami berharap ada tambahan kuota FLPP," ujarnya pada Senin (15/2/2021).

Menurut Nixon, sudah sewajarnya kuota FLPP ditambah karena pertumbuhan di sektor perumahan akan mendorong naiknya pertumbuhan industri pendukung dan penyerapan tenaga kerja kembali.

Dia mengatakan kuota FLPP yang 150.000 unit yang telah ditetapkan untuk tahun ini hanya akan berdampak pada pertumbuhan yang tak masif atau perlahan.

"Selama ini bank dapat mengakadkan 123.000 unit saat terjadi pandemi. Kalau hanya 150.000 unit hanya tumbuh pelan, ini perlu ditambah, dorong lagi menjadi 300.000 unit agar bisa tumbuh cepat," ujarnya.

Dia menyatakan dengan adanya 300.000 unit rumah FLPP, akan membuka lapangan kerja yang lebih besar. Apabila satu unit rumah memerlukan lima tukang untuk menbangun, maka 300.000 unit rumah memerlukan 1,5 juta orang untuk membangun dan tentu berdampak pada 174 unit turunannya.

Sepanjang tahun lalu, kata Nixon, Bank BTN menyalurkan kredit KPR bersubsidi sebesar Rp120,76 triliun, tumbuh dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp111,13 triliun.

Sementara itu, penyaluran KPR nonsubsidi sepanjang 2020 tercatat Rp79,94 triliun, sedikit turun dari 2019 yang Rp80,65 triliun. Sekitar 60,16 persen KPR BTN disalurkan untuk rumah subsidi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn perumahan flpp flpp rumah subsidi
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top