Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

13 Bendungan Baru Tambah Cadangan Air Jadi 15 Miliar Meter Kubik

Konsumsi air masyarakat naik sekitar 12 persen saat pandemi Covid-19 dibandingkan dengan masa prapandemi.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 11 Februari 2021  |  16:21 WIB
Suasana pembangunan Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (29/6/2020). - ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Suasana pembangunan Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (29/6/2020). - ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia Water Institute menyatakan bahwa penyelesaian 13 bendungan baru pada tahun ini akan berkontribusi signifikan pada pengurangan defisit kebutuhan air nasional.

Vice  President IWI Firdaus Ali mengatakan penyelesaian 13 bendungan tersebut akan menambah kapasitas cadangan air nasional menjadi sekitar 15 miliar meter kubik. Penambahan kapasitas cadangan air tersebut akan berdampak signifikan lantaran konsumsi air bersih nasional selama pandemi naik sekitar 3 kali lipat dibandingkan prapandemi.

"Yang jelas, 13 bendungan yang akan diresmikan ini adalah salah satu berkah untuk bisa menghadapi kondisi pandemi Covid-19. [Namun,] memang perlu waktu agar air dari bendungan tersebut sampai ke rumah," katanya dalam webinar "Pola Konsumsi Air Bersih Masyarakat Selama Pandemi Covid-19", Kamis (11/2/2021).

Walaupun tidak berdampak langsung, Firdaus menilai penyelesaian 13 bendungan tersebut merupakan langkah yang tepat. Adapun, lanjutnya, kapasitas cadangan air nasional akan menjadi 19 miliar meter kubik pada 2024 dengan bertambahnya 65 bendungan yang dibangun sejak 2014.

Dia mendata konsumsi air masyarakat naik sekitar 12 persen saat pandemi Covid-19 dibandingkan dengan masa pra pandemi. Firdaus menilai hal tersebut disebabkan oleh tingkat cuci tangan dan mandi masyarakat yang meningkat selama pandemi Covid-19.

"Peningkatan konsumsi air bersih sampai tiga kali lipat dari keadaan sebelum [pandemi Covid-19]. Ini penting kita catat dan sikapi," katanya.

Berdasarkan data IWI, konsumsi air untuk mandi berada di kisaran 50—70 liter per orang per hari. Adapun, angka tersebut naik 300 persen ke level 150—210 liter per orang per hari saat pandemi Covid-19.

Sementara itu, konsumsi air untuk mencuci tangan melonjak hingga 500 persen menjadi sekitar 20—25 liter per orang per hari. Hal tersebut terjadi lantaran frekuensi mencuci tangan per hari masyarakat meningkat drastis.

IWI mendata hanya sekitar 18 persen dari total masyarakat yang mencuci tangan lebih dari 10 kali per hari. Adapun angka tersebut melonjak menjadi 82 persen selama pandemi Covid-19.

Selain itu, IWI menemukan bahwa hanya 27 persen masyarakat yang mandi lebih dari tiga kali sehari. Angka tersebut meroket menjadi 73 persen saat pandemi Covid-19 berlangsung.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumber daya air bendungan
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top