Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setifikat Tanah Elektronik Punya 6 Perbedaan, Apa Saja?

Kementerian ATR/BPN menyebutkan bahwa sertifikat elektronik sangat terjamin keamanannya, meskipun didesain dengan sederhana.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 04 Februari 2021  |  09:05 WIB
Ilustrasi sertifikat tanah elektonik.  - Instagram @kementerian.atrbpn
Ilustrasi sertifikat tanah elektonik. - Instagram @kementerian.atrbpn

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah bakal meluncurkan sertifikat tanah elektronik atau sertifikat-el sebagai pengganti sertifikat konvensional dalam bentuk kertas.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional RI No 1/2021 tentang Sertifikat Elektronik.

Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang Dwi Purnama mengatakan bahwa nantinya setifikat elektronik akan mengganti sertifikat kertas secara bertahap. “Tidak ada penarikan sertifikat analog [kertas], jadi saat masyarakat ingin mengganti sertifikat analog ke elektronik atau terjadi peralihan hak atau pemeliharaan data maka sertifikat analognya digantikan oleh sertifikat elektronik," ujarnya.

Adapun melalui akun Instagram, Kementerian ATR/BPN menyebutkan bahwa sertifikat elektronik sangat terjamin keamanannya, meskipun didesain dengan sederhana. Ada 6 perbedaan antara sertifikat tanah elektronik dan sertifikat analog, yakni:

Perbedaan Sertifikat Tanah Elektronik dan Kertas
PerbedaanSertifikat Tanah ElektronikSertifikat Tanah Kertas
Kode dokumenMenggunakan harscode, yakni kode unik dokumen elektronik yang dibuat oleh sistem.Nomor seri unik gabungan huruf dan angka
Kode QRMenggunakan QR code yang berisi tautan guna memudahkan masyarakat mengakses dokumen elektronik. Tidak menggunakan kode QR
Nomor identitasSingle identity atau hanya menggunakan satu nomor, yaitu Nomor Identifikasi Bidang (NIB). Menggunakan banyak nomor, yakni Nomor Hak, Nomor Surat Ukur, Nomor Identifikasi Bidang, dan Nomor Peta Bidang. 
Kewajiban dan LaranganKententuan kewajiban dan larangan dicantumkan.Pencatatan dilakukan pada kolom petunjuk, sehingga tidak seragam tergantung Kantor Pertanahan masing-masing.
Tanda tanganMenggunakan tanda tangan elektronik, sehingga diklaim tidak dapat dipalsukan. Menggunakan tanda tangan manual, sehingga dinilai rawan dipalsukan. 
Bentuk dokumenDokumen elektronik yang tidak memerlukan ruang penyimpanan khusus seperti brankas.Berbasis kertas yang berupa blanko isian bebeberapa lembar. 


 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tanah sertifikat tanah
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top