Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAI Tingkatkan Keamanan, Alat Sensor Dikembangkan

KAI berupaya meningkatkan keamanan dan keselamatan perjalanan penggunanya melalui penerapan teknologi.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  17:00 WIB
Penumpang antre untuk memasuki area peron di memasuki Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (25/12/2020). PT Kereta Api Indonesia telah menjual 428.000 tiket KA untuk periode masa libur Natal dan Tahun Baru 2021 keberangkatan 18 Desember 2020 - 6 Januari 2021.  - ANTARA
Penumpang antre untuk memasuki area peron di memasuki Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (25/12/2020). PT Kereta Api Indonesia telah menjual 428.000 tiket KA untuk periode masa libur Natal dan Tahun Baru 2021 keberangkatan 18 Desember 2020 - 6 Januari 2021. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berharap dapat memberikan kontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor transportasi dan logistik dengan meningkatkan keselamatan perjalanan pada tahun ini.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan hal itu sejalan dengan misi Adaptif, Solutif, dan Kolaboratif yang akan diterapkan pada 2021. Prinsip Solutif KAI, adalah memberikan jalan keluar atau penyelesaian/pemecahan masalah demi pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Langkah solutif KAI pada 2021 yang akan diterapkan salah satunya di bidang keamanan dan keselamatan. Di tahun ini KAI mulai menerapkan Sistem Manajemen Pengamanan sesuai dengan Peraturan Kapolri No. 24/2007 dan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 3/2019.

“Dalam rangka meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, KAI akan mengembangkan alat berbasis sensor inersial untuk mendeteksi kerusakan rel secara real time. Akan dilakukan pemasangan sensor pada kereta untuk mendeteksi getaran dari kondisi jalur yang dilalui sehingga potensi-potensi kerusakan jalur KA dapat diketahui lebih awal,” ujarnya, Selasa (26/1/2021).

Selain itu, KAI akan mengimplementasikan Fatigue Risk Management System untuk mengukur, mengurangi, dan mengelola risiko kelelahan yang dirasakan oleh petugas. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan petugas dan perjalanan kereta api.

Program Solutif juga akan KAI terapkan di bidang pengembangan SDM. Tahun ini KAI membangun Integrated Talent Management System (ITMS) untuk memetakan dan mengelola calon pemimpin KAI di masa depan yang berkarakter, berkompeten, dan berdaya saing di lingkungan BUMN. Untuk menghadapi tren ke-depannya dan pengembangan bisnis, KAI mengembangkan kapabilitas baru bagi para pegawainya di bidang digital, property, project financing, asset management, dan logistik.

“Dalam hal pengembangan bisnis perusahaan, KAI akan mengembangkan kawasan-kawasan stasiun, menyusun kajian potensi angkutan penumpang di kawasan perkotaan, serta menyusun kajian potensi angkutan barang di kawasan pelabuhan dan industri,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt kai
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top