Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Profil Singkat 3 Konglomerat Calon Dewas SWF Pilihan Jokowi

Penunjukan 3 calon Dewan Pengawas (Dewas) dan dewan direksi Lembaga Pengelola Investasi (LPI) perlu diawasi. Latar belakang Dewas dan calon direksi yang sebagian besar terafiliasi dengan pengusaha berpotensi memonopoli 'SWF' atau LPI untuk kepentingan ekonomi kelompok tertentu.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  17:34 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020)  -  Foto: Kemenkeu RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020) - Foto: Kemenkeu RI

Bisnis.com, JAKARTA - DPR mengumumkan tiga nama calon Dewan Pengawas Sovereign Wealth Fund (SWF) atau lembaga pengelola investasi (LPI) yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Ketiga nama calon Dewas SWF adalah Darwin Cyril Noerhadi, Yozua Makes, dan Haryanto Sahari.

Darwin Cyril Noerhadi saat ini tercatat sebagai Komisaris Rumah Sakit Hermina. 

Selain itu dia juga tercatat sebagai Komisaris Utama (Independen) PT Mandiri Sekuritas, Komisaris (Independen) PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, dan Direktur Utama Director Creador Indonesia. 

Darwin sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Managing Director  PT Medco Energi Internasional Tbk, Partner PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia – Corporate Finance, Direktur Utama PT Bursa Efek Jakarta, Direktur Utama PT KDEI, dan Executive Director PT Danareksa. 

Sementara Yozua Makes adalah pendiri Grup Plataran. Yozua juga merupakan pengacara keuangan perusahaan dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang praktik keuangan perusahaan, merger & akuisisi, pasar modal dan hukum investasi.

Adapun Haryanto Sahari juga pernah tercatat menjadi Komite Audit Perseroan di Rumah Sakit Hermina pada 2018 - 2018. Saat ini dia menjabat sebagai Komisaris Independen Bank Permata sejak tahun 2017. 

Haryanto juga menduduki jabatan strategis di sejumlah perusahaan. Dia adalah anggota Komite Audit PT Unilever Tbk dan Komisaris Utama PT Bukit Barisan Indah Prima sejak 2011.

Ketiganya akan mendampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri BUMN Erick Thohir dalam mengawasi kinerja SWF.

Seperti diketahui, Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan segera mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo terkait usulan tiga nama calon anggota Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI). 

Nama calon anggota Dewas LPI tersebut sebelumnya dikirimkan Presiden Joko Widodo untuk dikonsultasikan dengan DPR RI. 

“Sesuai mekanisme, DPR akan berkirim surat kepada Presiden  untuk dapat menerima usulan tiga nama calon anggota Dewas LPI,” ungkap Puan.

Puan menyampaikan hal itu usai pertemuan konsultasi DPR RI – Pemerintah yang membahas nama-nama anggota Dewas LPI yang diajukan Presiden. Pertemuan berlangsung di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (20/1/2021) siang. 

Hadir dalam pertemuan ini Ketua Pansel Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi empat anggota, yakni Menteri BUMN Erick Tohir, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, dan anggota Pansel dari unsur independen M. Chatib Basri.

Tiga nama calon Dewas LPI yang diajukan Presiden yakni Darwin Cyril Noerhadi, Yozua Makes, dan Haryanto Sahari juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.

“Tiga nama itu yang dipilih Presiden sebagai calon Dewas Independen LPI.  Maka sesuai dengan aturan dan mekanisme bahwa Presiden berkirim surat untuk melakukan rapat konsultasi dengan DPR,” ujar Puan, yang didampingi Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsudin, Rachmat Gobel, serta Muhaimin Iskandar. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr SWF Indonesia
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top