Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementerian ESDM Ingin Bangun Taman Panel Surya Tiru Abu Dhabi

Kementerian ESDM ingin membangun taman panel surya di Indonesia Timur, seperti yang dilakukan Abu Dhabi, Portugal, hingga Arab Saudi.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 16 Januari 2021  |  13:47 WIB
Ilustrasi panel surya. Suasana instalasi panel surya dari ketinggian di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Ilustrasi panel surya. Suasana instalasi panel surya dari ketinggian di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mengembangkan taman panel surya atau surya park di wilayah Indonesia Timur sebagai bagian untuk mencapai target peningkatan kapasitas PLTS mencapai 17.687 Mega Watt (MW) pada 2035.

Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan konsep pembangunan solar park merupakan bagian dari pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar di lahan yang luas.

"Kami merencanakan bangun solar park, seperti yang ada di Abu Dhabi [Uni Emirat Arab], Portugal, dan Arab Saudi. Satu hamparan besar isinya solar panel saja," kata Dadan dalam siaran pers, Sabtu (16/1/2021).

Dia menambahkan nantinya lokasi pengembangan solar park dipusatkan di Indonesia Timur dengan memanfaatkan wilayah-wilayah yang kering, memiliki radiasi sinar matahari yang bagus, dan cerah hujan rendah.

"Makin ke timur, khususnya di daerah-daerah yang kering, sinar matahari bagus, jarang hujan," ujarnya.

Rencana pengembangan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengembangkan PLTS secara massif. Kementerian ESDM mencanangkan target peningkatan kapasitas PLTS mencapai 17.687 Mega Watt (MW) pada 2035.

Pengembangan PLTS secara masif didorong lantaran saat ini harga keekonomian PLTS sudah sangat kompetitif dan mampu bersaing dengan pembangkit fosil seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

"Sudah bisa bersaing. Memang kalau PLTU bisa sebagai baseload, PLTS hanya pada saat mataharinya ada. Bagaimana mencapainya? Ini kombinasi antara kesiapan dan pendapatan keekonomian yang baik, aspek teknis juga, supaya PLN tidak kesulitan menerima PLTS skala besar," kata Dadan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian esdm
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top