Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei BI: Sejumlah Faktor Ini Masih Menjadi Penghambat Investasi di 2021

Perizinan masih akan menjadi faktor utama terhambatnya kegiatan investasi ke depan. Selain itu, faktor suku bunga dan infrastruktur juga dinilai sebagai penghambat investasi.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  12:55 WIB
Kegiatan bongkar muat batu bara di area pertambangan PT Mitrabara Adiperdana Tbk. - mitrabara
Kegiatan bongkar muat batu bara di area pertambangan PT Mitrabara Adiperdana Tbk. - mitrabara

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan realiasi investasi pada kuartal I/2021 akan tumbuh positif, didorong oleh membaiknya pertumbuhan sejumlah sektor.

Hal ini terindikasi dari Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) BI yang memperkirakan saldo bersih tertimbang (SBT) pada kuartal I/2021 akan mencapai 3,58 persen.

“Responden terindikasi lebih optimis yang tercermin dari perkiraan investasi yang tumbuh positif dengan SBT sebesar 3,58 persen,” tulis BI dalam laporannya, Rabu (13/1/2021).

Beberapa sektor yang akan menyumbang pertumbuhan investasi pada awal 2021 di antaranya sektor pertambangan dan penggalian dengan SBT sebesar 2,71 persen, keuangan, real estat, dan jasa perusahaan dengan SBT 1,16 persen, serta pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan 0,32 persen.

Di samping itu, BI juga mencatat sebanyak 23,01 persen responden menyatakan berencana melakukan kegiatan investasi pada semester I/2021.

Namun demikian, menurut responden masih ada sejumlah faktor yang masih akan menghambat rencana investasi pada periode tersebut.

Responden menyatakan masalah perizinan masih akan menjadi faktor utama terhambatnya kegiatan investasi ke depan. Selain itu, faktor suku bunga dan infrastruktur juga dinilai sebagai penghambat investasi.

Adapun pada kuartal IV/2020 BI mencatat realisasi investasi mengalami penurunan dibandingkan dengan kuartal sebelumnyam tercermin dari SBT yang terkontraksi sebesar -1,48 persen, lebih dalam dibandingkan kuartal III/2020 sebesar -1,27 persen.

Berdasarkan sektor ekonomi, penurunan investasi terdalam terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian dengan SBT yang tercatat sebesar 2,19 persen meski masih tercatat positif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bank indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top