Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelabuhan Patimban Gabung Priok, Shanghai dan Singapura Kalah!

Menhub Budi Karya ingin agar Pelabuhan Patimban bersinergi dengan Pelabuhan Tanjung Priok karena diklaim bisa mengalahkan pelabuhan di Shanghai dan Singapura.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  13:00 WIB
Suasana di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Kamis (3/12/2020).  -  Bisnis/Rinaldi M. Azka
Suasana di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Kamis (3/12/2020). - Bisnis/Rinaldi M. Azka

Bisnis.com, JAKARTA - Pelabuhan Patimban ditargetkan menjadi pelabuhan internasional premium yang dapat menjalankan kapasitas kumulatif terminal kontainer 7,5 juta TEUs dan terminal kendaraan 600.000 CBU per tahun dan dapat mengalahkan Pelabuhan Shanghai dan Singapura.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan pihaknya menginginkan Pelabuhan Patimban dapat menjadi pelabuhan berskala internasional dengan kapasitas kumulatif mumpuni yang dapat bersinergi dengan Pelabuhan Tanjung Priok.

"Saya yakin itu terjadi dan kami sinergikan dengan Tanjung Priok, maka Indonesia dapat mengalahkan bahkan menyamai Shanghai dan Singapura sebagai satu niat bangsa membuat pelabuhan membanggakan dan membuat nilai ekonomis yang baik. Patimban sebagai work connecting port," jelasnya, Kamis (7/1/2021).

Pada 20 Desember 2021, Presiden Joko Widodo melakukan soft launching dan mengoperasikan ekspor pertama kali. Pelabuhan Patimban terang Menhub, akan memperkuat keberadaan Tanjung Priok yang sudah terlalu padat dan menimbulkan kemacetan di Bekasi dan Jakarta.

Proyek ini merupakan PSN dengan pendanaan dari pinjaman lunak atau Official Development Assistance (ODA) Loan dari Pemerintah Jepang. Kemudian, tahap selanjutnya pendanaannya melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha.

"Pelabuhan ini melengkapi Bandara Internasional Jawa Barat yang terlebih dahulu beroperasi diharapkan menstimulasi dari dan aglomerasi rebana, Cirebon, Kertajati, kawasan industri Karawang, Subang, Majalengka, dilengkapi urat nadi jalan tol Jakarta-Semarang-Surabaya," katanya.

Dia menegaskan aspek konektivitas ini sangat didukung akses tol ke Pelabuhan Patimban yang dalam beberapa tahun atau targetnya pada 2023 dapat rampung.

"Dua serangkai pelabuhan internasional dan bandara internasional yang terkoneksi industri dengan tol dan non-tol Jakarta hingga Surabaya akan menumbuhkan sektor industri di sekitar Patimban akan menumbuhkan berbagai sektor perekonomian, industri, ritel, properti, perdagangan, akan jadi ladang bisnis menggiurkan di kawasan segitiga emas tersebut," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub pelabuhan patimban
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top