Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Komoditas Membaik, Sri Mulyani Optimistis Ekonomi Mulai Positif

Berdasarkan bahan paparan yang disampaikan Sri Mulyani, peningkatan harga komoditas yang kuat tersebut antara lain, karet, CPO, dan logam. Aktivitas manufaktur global yang naik, membuat permintaan komoditas tersebut meningkat.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 06 Januari 2021  |  16:23 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan kondisi terkini perekonomian Indonesia dalam sebuah teleconference, Jumat (17/4) - Kementerian Keuangan (Screenshoot)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan kondisi terkini perekonomian Indonesia dalam sebuah teleconference, Jumat (17/4) - Kementerian Keuangan (Screenshoot)

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini kinerja ekonomi sudah mulai membaik seiring dengan harga komoditas dan tingkat konsumsi yang membaik.

Dia menyebutkan, harga komoditas sudah mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat mengalami gejolak pada bulan April tahun lalu.

"Kecuali minyak, semua harga komoditas sudah mulai membaik dan akan memberi dampak positif pada ekonomi yang masih sangat bergantung pada komoditas," katanya dalam konferensi pers Kemenkeu, Rabu (5/1/2020).

Berdasarkan bahan paparan yang disampaikan Sri Mulyani, peningkatan harga komoditas yang kuat tersebut antara lain, karet, CPO, dan logam. Aktivitas manufaktur global yang naik, membuat permintaan komoditas tersebut meningkat.

Dia menyebutkan, pada tahun ini perbaikan permintaan masih akan berlanjut kendati belum akan mampu kembali ke posisisi sebelum pandemi.

Di sisi lain, Sri Mulyani mengakui inflasi mengalami penurunan pada tahun lalu akibat permintaan yang turun selama periode pembatasan mobilitas serta turunnya pendapatan masyarakat.

Hanya saja, volatile food sudah mulai menunjukkan perbaikan pada akhir 2020. Hal itu terlihat dari index volatile food yang naik akibat permintaan bahan pangan yang tinggi.

"Namun, tetap saja ini menjadi risiko yang kami antisipasi. Apalagi daya beli masyarakat miskin dan rentan masih rendah," imbuhnya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi sri mulyani Covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top