Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Batasi Penyaluran Kredit ke Sektor Perumahan, Ada Apa?

Bank-bank yang porsi penyaluran kredit ke sektor perumahan melebihi aturan tersebut, diberikan masa tenggang hingga empat tahun untuk memenuhi aturan.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 31 Desember 2020  |  19:14 WIB
Pengendara motor melintasi jalan di dekat bangunan hunian yang sedang dibangun di Ningde, Provinsi Fujian, China./Bloomberg - Qilai Shen
Pengendara motor melintasi jalan di dekat bangunan hunian yang sedang dibangun di Ningde, Provinsi Fujian, China./Bloomberg - Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - Regulator China segera menjalankan pembatasan penyaluran kredit perbankan ke sektor perumahan pertama kalinya.

Hal ini sebagai upaya untuk menahan risiko sistemik dan menjaga stabilitas sektor keuangan.

Dilansir Bloomberg, Kamis (31/12/2020) Bank Sentral China menyampaikan di bawah aturan baru yang mulai berlaku 1 Januari 2021, penyaluran pinjaman ke developer dibatasi sebesar 40 persen untuk bank milik negara, sedangkan bank-bank lain hanya boleh menyalurkan sebesar 32,5 persen dari total nilai outstanding kredit.

Bank-bank yang porsi penyaluran kredit ke sektor perumahan melebihi aturan tersebut, diberikan masa tenggang hingga empat tahun untuk memenuhi aturan.

Langkah ini dirilis setelah regulator bertahun-tahun berupaya menekan kenaikan harga rumah, yang telah memicu ketidakpuasan sosial dan mendorong risiko keuangan karena bank-bank mengurangi kehati-hatian pada sektor ini demi mengejar keuntungan.

Bank Sentral berusaha untuk menyeimbangkan porsi penyaluran kredit dan meningkatkan dukungan ke usaha mikro serta agrikultur dan mengoptimalkan perkembangan sektor perumahan sejalan dengan ekonomi riil.

Bank Sentral China mengatakan kebijakan baru ini dapat menbantu pengembangan pasar perumahan yang stabil, sehat, dan berkelanjutan.

"Perbankan akan dibagi ke dalam lima kategori dan masing-masing memiliki limit yang berbeda untuk penyaluran kredit ke developer dan pembeli rumah," demikian pernyataan resmi dari regulator.

Saat ini, kebanyakan bank-bank di China memiliki porsi penyaluran kredit ke sektor perumahan di bawah batas yang akan diterapkan. Untuk bank yang tidak bisa memenuhi aturan, harus menanggung tambahan pencadangan modal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit china perumahan

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top