Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sistem Pembayaran Cross Border E-Commerce Kian Pesat, Risiko Cyber Security Bertambah

Saat transaksi dan pendapatan berkembang pesat salah satunya melalui cross border e-commerce tersebut, maka risiko fraud juga berkembang dengan pesat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Desember 2020  |  22:47 WIB
Ilustrasi - Reuters/Pawel Kopczynski
Ilustrasi - Reuters/Pawel Kopczynski

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom dan Anggota Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) M Edhie Purnawan menilai sistem pembayaran lintas batas antarnegara melalui platform e-commerce atau cross border e-commerce akan semakin pesat berkembang pada 2021 mendatang.

"Khusus untuk sistem pembayaran, ada tren ke depan 2020-2021 yang arahnya adalah payment itu yang digital akan gantikan yang konvensional. Termasuk juga nanti yang berkembang adalah seperti misalnya untuk sistem pembayaran cross border e-commerce yang saya kira tumbuhnya akan sangat pesat di tahun 2021," ujar Edhie dalam seminar daring bertajuk "Membangun Ekosistem Keuangan Digital" di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Dengan cross border e-commerce, konsumen di Indonesia dapat berbelanja produk-produk asing yang tidak secara langsung dipasarkan di dalam negeri. Begitu pula dengan konsumen dari negara lain yang bisa berbelanja produk di Indonesia tanpa harus mengunjunginya.

Kendati demikian, lanjut Edhie, saat transaksi dan pendapatan berkembang pesat salah satunya melalui cross border e-commerce tersebut, maka risiko fraud juga berkembang dengan pesat.

"Jadi salip menyalip antara manfaat dengan risiko. Risiko ini kemudian musti dikendalikan terutama terkait cyber security," ujar Edhie.

Menurut Edhie, keamanan siber atau cyber security sangat krusial untuk menanggulangi bocornya digitalisasi transaksi yang akan terus dicari celahnya oleh pihak tidak bertanggungjawab.

"Karena itu maka nanti yang berkembang di 2021 adalah regulasi yang arahnya ke teknologi yang sering kita sebut dengan regtech termasuk juga suptech, supervision untuk yang technology. Ini harus betul-betul siap di tahun 2021," kata Edhie.

Edhie menekankan, regulasi yang tepat oleh otoritas dan pemerintah sangat diperlukan agar dapat memproteksi konsumen dan juga bisnis-bisnis lokal agar tidak tergilas oleh para pemain dari luar. Terkait sistem pembayaran, dengan difasilitasi oleh teknologi digital, ke depannya diharapkan akan semakin lebih simpel dan singkat.

"Kita harus betul-betul siap untuk menyongsong masa depan yang sama sekali berubah, yang bisnis pun akan mencari, men-simplify sistem pembayarannyajuga. Dan akhirnya teknologi yang sudah out date itu tidak akan dipakai. Jadi semua harus siap," ujar Edhie.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sistem pembayaran ecommerce Digital Banking

Sumber : Antara

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top