Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Viral Boikot JNE, Asperindo: Awas! Bisa Terjadi ke Jasa Kurir Lain

Asperindo menolak keras adanya boikot JNE karena dikhawatirkan bisa terjadi kepada perusahaan anggotanya yang lain.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 14 Desember 2020  |  10:32 WIB
Pelanggan menggunakan aplikasi LinkAja di salah satu outlet JNE di Jakarta, Senin (10/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Pelanggan menggunakan aplikasi LinkAja di salah satu outlet JNE di Jakarta, Senin (10/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) mengaku ancaman boikot yang dilakukan netizen terhadap JNE bisa terjadi terhadap perusahaan jasa kurir lain.

Direktur Eksekutif Asperindo Syarifuddin menolak adanya upaya seruan boikot yang dilakukan terhadap PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) di media sosial. Dalam beberapa hari terakhir ini, tanda pagar (tagar) #BoikotJNE menjadi viral.

"Asperindo menentang keras himbauan pemboikotan kepada JNE karena hal semacam ini pun juga dapat terjadi kepada perusahaan anggota Asperindo lainnya. Oleh karenanya, secara internal Asperindo menyerukan kepada segenap anggotanya untuk terus mewujudkan semangat dan dukungan kepada JNE dalam bingkai motto bersaing namun tetap bersanding," dalam siaran pers yang dikutip, Senin (14/12/2020).

Menurutnya, JNE sebagai salah satu perusahaan yang telah berkontribusi terhadap negara dan menaati peraturan yang berlaku harus didukung terus keberadaannya karena merupakan aset bangsa. Adapun, JNE ataupun perusahaan anggota lainnya tidak mengaitkan operasionalisasi perusahaannya dengan organisasi politik ataupun menjadi bagian dari perusahaan.

Dia berpendapat JNE terus melakukan perbaikan, pembenahan, pengembangan dan inovasi memberikan pelayanan yang lebih maksimal agar dapat selalu memenuhi beragam kebutuhan pengiriman paket seluruh pelanggan.

"JNE juga menjalankan aturan-aturan yang berlaku untuk perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik sesuai yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia," katanya.

Asperindo beranggotakan 354 perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos dan logistik atau kurir berizin dengan lebih dari 50.000 titik layanan di seluruh Indonesia.

Dia menegaskan semua perusahaan anggota tunduk pada ketentuan yang terdapat di dalam Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga Asosiasi. Peraturan-peraturan tersebut antara lain menyebutkan anggotanya bersifat mandiri, non-pemerintah, bukan organisasi politik.

Sebelumnya, JNE memastikan dirinya bersifat netral dan merangkul semua golongan dan tidak memandang latar belakang agama, suku, ras, dan pandangan politik.

Head of Media Relations Dept. JNE Hendrianida Primanti memberikan pernyataan usai trending di media sosial #boikotJNE. JNE sebagai perusahaan yang didirikan dan dimiliki oleh anak bangsa, diawali dari pemahamannya sejak didirikan 30 tahun silam oleh Founding Father JNE, Alm. Bapak H. Soeprapto Soeparno.

JNE mempunyai nilai-nilai spiritual seperti kebiasaan Memberi, Menyantuni dan Menyayangi kepada anak yatim, fakir miskin, tuna netra, janda tidak mampu dan kaum dhuafa lainnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik jne jasa kurir
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top