Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ramai Eksodus dari Silicon Valley, Siapa yang Pergi dan ke Mana?

Silicon Valley terkenal dengan harga properti dan pajak penghasilan individu yang tinggi.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 14 Desember 2020  |  12:34 WIB
Ilustrasi work from home - istimewa
Ilustrasi work from home - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Gelombang eksodus perusahaan teknologi dari Silicon Valley, San Fransisco, terus terjadi. Yang terakhir adalah Oracle yang pindah ke Austin. 

Oracle mengikuti langkah beberapa perusahana lainnya yang juga angkat kaki dari episentrum industri teknologi selama beberapa dekade. Sebelum Oracle, Hewlett Packard Enterprise mengumumkan relokasi perusahaannya ke Texas.

Tak hanya itu, jajaran eksekutif industri teknologi termasuk CEO Tesla Elon Musk mengumumkan kepindahan kediaman pribadinya di San Fransisco ke Texas dengan menjual rumahnya Bel Air awal tahun ini.

Dilansir CBS San Fransisco, Senin (14/12/2020), langkah eksodus ini sudah diperkirakan selama pandemi Covid-19, ketika semua orang bekerja dari rumah. Sejumlah perusahaan teknologi bahkan berencana memberikan opsi bagi karyawannya untuk bekerja di rumah setelah pandemi.

Sejumlah perusahaan yang meninggalkan San Fransisco mengeluhkan manajemen yang amburadul di kota dan negara bagian tersebut. Meski keluhan yang dikemukakan tidak jelas peruntukannya, California telah mengimplementasikan pembatasan sosial lebih ketat dibandingkan Florida dan Texas.

Tak hanya itu, Silicon Valley juga terkenal dengan harga properti dan pajak penghasilan individu yang tinggi.

Kemana mereka pergi?

Sejumlah perusahaan merelokasi kantor pusatnya ke Texas, terutama ke Austin. Di kawasan tersebut juga sudah ada hub untuk industri sejenis yang bernama Silicon Hills yang merupakan rumah bagi sejumlah pemimpin industri misalnya Dell dan Advanced Micro Devices.

Berdasarkan data Kamar Dagang Austin, ada 39 perusahaan yang merelokasi kantornya ke Austin per November 2020. Dari jumlah tersebut, 8 diantaranya adalah modal ventura.

Tesla juga dilaporkan membangun gedung seluas 4 juta kaki di Austin yang diperkirakan bakal menyerap 5.000 tenaga kerja.

“Kami memposisikan diri sebagai ibu kota sumber daya manusia,” kata Presiden dan CEO Kamar Dagang Austin Laura Huffman.

Hal ini merujuk pada beragamnya populasi kota tersebut dan populasi yang dipenuhi oleh masyarakat dengan edukasi yang tinggi.

Selain Texas, Miami dan Florida juga menjadi lokasi kepindahan perusahaan-perusahaan yang sebelumnya mendiami Silicon Valley, San Fransisco.

Siapa yang angkat kaki?

  • Hewlett Packard Enterprises

Perusahaan ini mengumumkan kepindahan kantor pusatnya dari San Jose ke Texas.

  • Oracle

Oracle memindahkan kantor pusatnya dari Redwood City, California, ke Austin. Meskipun demikian, perusahaan ini masih mempertahankan kantornya di California.

  • Elon Musk

CEO Tesla Elon Musk mengumumkan kepindahan kediaman pribadinya ke Texas. Meski dia juga sempat berencana untuk memindahkan kantornya ke Texas, hal itu masih belum terjadi.

  • 8VC

Perusahaan modal ventura ini juga pindah ke Texas dari Sillicon Valley.

  • David Blumberg

Pendiri dan managing partner Blumberg Capital pindah dari California ke Miami.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi oracle san fransisco
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top