Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri ESDM Resmikan Kilang Langit Biru Cilacap

Kilang Cilacap merupakan salah satu kilang besar Pertamina yang berperan dalam menjaga swasembada dan kemandirian energi nasional.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 11 Desember 2020  |  20:31 WIB
Kilang Cilacap milik Pertamina - Reuters/Darren Whiteside
Kilang Cilacap milik Pertamina - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA – Bertepatan dengan kesepakatan pengembangan proyek DME, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif meresmikan Kilang Langit Biru Cilacap pada Kamis (10/12/2020) malam.

Kilang Langit Biru Cilacap (KLBC) yang telah sukses beroperasi selama setahun sejak Oktober 2019 ini diresmikan secara virtual oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dan CEO Kilang Pertamina Internasional Ignatius Tallulembang.

Arifin mengapresiasi langkah Pertamina yang telah sukses menuntaskan KLBC dan telah mengintegrasikan operasionalnya dengan Kilang Cilacap selama lebih dari satu tahun. Kilang Cilacap merupakan salah satu kilang besar Pertamina yang berperan dalam menjaga swasembada dan kemandirian energi nasional.

Beroperasinya Kilang Langit Biru Cilacap tersebut, lanjut Arifin, merupakan wujud upaya Pertamina dalam mendukung program pemerintah untuk kemandirian dan ketahanan energi serta mengurangi impor gasoline. Upaya ini diharapkan berdampak pada pengurangan defisit neraca perdagangan Indonesia.

"Kami mengapresiasi usaha yang telah dilakukan Pertamina dalam menjalankan amanah tersebut melalui beroperasinya Kilang Langit Biru Cilacap yang telah berhasil meningkatkan produksi BBM jenis Pertamax yang memiliki kualitas lebih baik dan lebih ramah lingkungan," ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (11/12/2020).

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan sejak beroperasinya KLBC, kemampuan produksi Pertamax RON 92 di Kilang Cilacap meningkat signifikan sehingga dapat mengurangi impor dan berdampak pada defisit neraca perdagangan. Kualitas produk yang dihasilkan pun sangat bagus karena sudah sesuai standar Euro 4. 

Dia mengklaim selama masa pengerjaannya, proyek ini telah membuka lapangan kerja baik langsung maupun tidak langsung bagi sekitar 3.000 pekerja yang 70 persen di antaranya adalah pekerja lokal Cilacap. Selain itu berdasarkan data BPS, proyek ini menyumbang peningkatan GDP sebesar 0,12 persen.

"Khusus untuk KLBC ini, TKDN-nya mencapai 41,5 persen atau melebihi target yang sebesar 30 persen. Proyek ini juga menciptakan multiplier effect yang telah dirasakan masyarakat. Sehingga manfaat proyek tidak hanya dirasakan untuk Pertamina tapi juga negara. Karena itu kami berharap dukungan dari semua pihak untuk Pertamina," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina kilang minyak
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top