Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jika Tidak Macet, Organda Berharap Angkutan Barang Tak Dibatasi

Peraturan pembatasan angkutan barang justru menjadi budaya baru begitu ada libur panjang.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 06 Desember 2020  |  16:51 WIB
Mobil sarat muatan barang kebutuhan pokok memasuki kapal penyeberangan KMP Tanjung Burang di pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Senin (19/6). - Antara/Ampelsa
Mobil sarat muatan barang kebutuhan pokok memasuki kapal penyeberangan KMP Tanjung Burang di pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Senin (19/6). - Antara/Ampelsa

Bisnis.com, JAKARTA – Organisasi Angkutan Darat (organda) sepakat agar pemerintah memberlakukan pembatasan operasi angkutan barang secara situasional dengan mengizinkan operasinya jika ternyata tidak ada kepadatan kendaraan pribadi di jalan tol.

Ketua Bidang Angkutan Barang Organda Ivan Kamadjaja menyatakan keberatan jika pemerintah memberlakukan pembatasan angkutan barang selama masa periode natal dan tahun baru tanpa melihat kondisi di lapangan.

Menurutnya pembatasan angkutan barang justru menjadi budaya baru begitu ada libur panjang. Padahal dulunya hanya diminta setahun sekali untuk lebaran sehingga hal itu dapat dimaklumi.

Menurutnya, selama masa pandemi ini seharusnya pemerintah mencari solusi untuk membatasi pergerakan masyarakat yang berlibur yakni kendaraan pribadi. Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya karena pemerintah memprioritaskan  kendaraan pribadi dibandingkan dengan angkutan barang.

"Harapan kami agar Korlantas memberlakukan situasional jadi selama tidak terjadi kemacetan maka kami diperbolehkan lewat. Sementara bagi truk ODOL silakan ditindak atau dilarang lewat,"ujarnya, Minggu (6/12/2020).

Menurutnya, jika dibandingkan dengan pada tahun lalu kemungkinan besar memang jumlah pengguna kendaraan pribadi di jalur tol akan menurun. Meski demikian, kata dia, masih ada kemungkinan terjadinya lonjakan. 

Organda pun telah beberapa kali mengikuti rapat terkait dengan rencana operasi Nataru dan memang telah dibahas beberapa skenario. Diantaranya, Ivan melihat dari pengalaman libur panjang akhir pekan Maulid Nabi yang sempat menyebabkan kemacetan sesaat di KM 50. 

"Oleh sebab itu, jika pemerintah tidak punya solusi lain, maka kami setuju untuk dilakukan cara situasional [yaitu truk boleh lewat jika ternyata lancar]," tekannya.

Tak jauh berbeda, Ketua Umum Organda Andre Djokosoetono menyatakan akan mendukung kebijakan yang sifatnya pencegahan.

Berdasarkan kebijakan yang telah dirapatkan bersama, operasi angkutan barang masih bisa disesuaikan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Pasalnya memang terdapat  proyeksi bahwa pada saat  pandemi akan lebih banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan dengan angkutan umum. 

Alhasil masih ada potensi pergerakan yang lebih padat padat jika tetap banyak masyarakat yang bepergian selama nataru.

"Jadi jika ternyata lancar tentu pihak yang berwenanang dapat membuka pembatasan tersebut," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Angkutan Barang Libur Akhir Tahun
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top