Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ide Sinergi BRI, PNM dan Pegadaian, DPR: Penguatan UMKM Harus Dilakukan

Terkait rencana tersebut, anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Anis Byarwati mengatakan diperlukan perencanaan yang matang dan roadmap yang jelas terkait penggabungan (holding). Tujuannya dapat menciptakan sinergi yang saling menguatkan.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 05 Desember 2020  |  15:44 WIB
GEDUNG KEMENTERIAN BUMN Bisnis - Himawan L Nugraha
GEDUNG KEMENTERIAN BUMN Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir berniat melakukan kolsolidasi antara tiga perusahaan pelat merah yang fokus di segmen UMKM, yakni PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (Persero). Sinergi tersebut dilakukan agar akses pendanaan PNM bisa lebih murah.

Terkait rencana tersebut, anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Anis Byarwati mengatakan diperlukan perencanaan yang matang dan roadmap yang jelas terkait penggabungan (holding). Tujuannya dapat menciptakan sinergi yang saling menguatkan.

“Karena tujuan awalnya pasti untuk efisiensi dan meningkatkan daya saing,” katanya melalui pesan singkat kepada wartawan, Sabtu (5/12/2020).

Anis menjelaskan bahwa holding pada dasarnya merupakan strategi pengelolaan perusahaan yang harus memiliki kesamaan visi, misi, dan tujuan. Tiga perusahaan pelat merah itu memiliki amanat yang sama yaitu untuk menyalurkan pembiayaan ke segmen UMKM terutama usaha mikro.

Apabila tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing, dia menilai itu baik. Meski begitu, implementasinya harus dibarengi dengan pertimbangan dan analisis yang tepat.

Selain itu juga melibatkan pihak-pihak yang dikonsolidasikan yakni bank BRI, Pegadaian, PNM, dan Bank BRI.  Hal tersebut menjadi penting karena dalam holding, induk perusahaan harus bisa menguatkan sinergi antar-anak perusahaan dengan pengoordinasian, pengendalian, serta pengelolaan yang tepat.

“Ini tidak hanya untuk memperkuat posisi keuangan saja, tetapi termasuk di dalamnya aset dan juga prospek bisnisnya,” jelasnya. 

Anis menuturkan bahwa bisnis model ultra mikro yang dimiliki PNM cukup bagus. Tapi pendanaan sangat mahal sebesar 9 persen. Padahal, BRI bisa hanya 3 persen.

Hingga akhir September, porsi portofolio kredit UMKM di BRI mencapai 80,65 persen dari total kredit yang mencapai Rp 935,35 triliun. Dengan arah ini, BRI mengincar porsi pembiayaan UMKM bisa naik ke 85 persen.

“Dengan data yang ada, sinergi BRI, PNM dan Pegadaian harus benar-benar memperkuat UMKM,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr BUMN umkm erick thohir
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top