Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perumahan, Gedung, Kawasan Industri Pulihkan Bisnis Konstruksi

Pertumbuhan berbagai proyek perumahan, gedung bertingkat, dan bangunan di kawasan industri diprediksi membantu pemulihan bisnis jasa konstruksi mulai kuartal III tahun depan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Desember 2020  |  18:43 WIB
Ilustrasi kegiatan konstruksi di Jakarta. - Reuters
Ilustrasi kegiatan konstruksi di Jakarta. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan pembangunan perumahan, gedung bertingkat, dan kawasan industri akan membantu pemulihan bisnis jasa konstruksi, demikian pernyataan BCI Asia, penyedia prospek penjualan B-to-B untuk industri bangunan dan konstruksi.

Pasar konstruksi diharapkan kembali tumbuh pada pertengahan 2021 dengan pemulihan secara bertahap mulai kuartal III/2021 setelah penurunan yang disebabkan oleh pandemi virus corona jenis Covid-19 pada 2020. 

Hal tersebut disampaikan oleh BCI Asia dalam BCI Breakfast Briefing Webinar 2020 pada Kamis (3/12/2020) yang dihadiri oleh 200 peserta dari berbagai institusi dan perusahaan industri konstruksi dalam dan luar negeri.

Siaran pers BCI Asia pada sabtu (5/12/2020) menyebutkan di forum itu dirilis laporan tahunan BCI Indonesia Construction Market Outlook 2021 yang berjudul Preparing for Tomorrow – Indonesia’s 2021 Construction Market Recovery Outlook.

Pietter Sanjaya, General Manager Emerging Market BCI Asia, menyatakan kondisi pasar konstruksi memerlukan ketahanan dari para pelaku konstruksi.

Untuk dapat bertahan dalam kondisi yang sulit diperlukan navigasi dan arahan yang tepercaya agar bisnis konstruksi dapat mengambil keputusan yang tepat dan dapat melalui kondisi yang sulit.

Pietter memaparkan meskipun pemulihan pasar konstruksi berjalan lambat, masih ada peluang pada proyek pembangunan gedung yang mulai konstruksi 2021.

Prita Ananda, BCI Economics Client Service Manager, mengutarakan bahwa pembangunan gedung diprediksi tumbuh Rp197,80 triliun pada 2021, didukung pertumbuhan pada sektor perumahan dan industri yang terus menjadi sektor unggulan dalam pemulihan perekonomian.

Kategori residensial diperkirakan mencapai nilai konstruksi Rp52,46 triliun atau naik 48,71 persen pada 2021.

Proyek apartemen yang tertunda akan menjadi prioritas untuk dimulai kembali. Tren positif menunjukkan dengan menguatnya penjualan pasar perumahan yang tertunda, tren proyek perumahan baru terus berlanjut dan permintaan kota-kota terintegrasi pascapandemi akan meningkat.

Sektor industri diperkirakan meningkat pada 2021 dengan nilai konstruksi mencapai Rp16,76 triliun atau naik 48,13 persen.

Ada beberapa sektor pendorong eskalasi ini seperti pertumbuhan permintaan gudang dari fast-moving consumer goods, e-commerce dan retailer online, logistik pihak ketiga, serta pemerintah yang proaktif mempersiapkan berbagai kawasan industri baru untuk menarik lebih banyak investasi.

Pada webinar tersebut, Prita juga menyampaikan sentimen pelaku konstruksi terhadap kondisi pasar konstruksi Indonesia 2021 berdasarkan survei BCI Economics terhadap 350 responden yang terdiri dari developer, arsitek dan konsultan, kontraktor, dan subkontraktor di Indonesia.

Dia mengemukakan bahwa para pelaku konstruksi masih optimistis kondisi pasar 2021 membaik dengan prioritas proyek yang mereka kerjakan tahun depan adalah pada proyek tahap desain dan tahap konstruksi.

“Restrukturisasi kredit dan pengurangan pajak adalah dua inisiatif pemerintah yang dinilai efektif oleh pelaku konstruksi untuk pemulihan," kata Prita.

Dalam acara tersebut, juga hadir pembicara tamu Albert Luhur, Executive Director PT Summarecon Agung Tbk. dan Dendi Ramdani, Department Head of Industry & Regional Research, Office of Chief Economist Bank Mandiri.

Albert Luhur memaparkan strategi dan optimisme developer Summarecon Agung pada 2021 yang fokus pada penjualan rumah tapak dan pengembangan township baru.

Dendi memaparkan mengenai outlook ekonomi dan konstruksi 2021 di tengah pandemi Covid-19 dengan katalis positif seperti penemuan vaksin, stimulus fiskal yang efektif dan harga komoditas yang membaik, di sisi lain perlu adanya perhatian pada faktor risiko seperti kepercayaan konsumen dan pebisnis yang lambat pulih, dan pemulihan ekonomi global yang berjalan lambat.

BCI Economics sebagai divisi construction market intelligence dari BCI Asia, secara rutin merilis laporan tahunan Indonesia Construction Market Outlook yang dapat digunakan untuk membantu pebisnis dan pelaku konstruksi dalam pengambilan keputusan menyangkut anggaran dan perencanaan di pasar konstruksi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konstruksi perumahan kawasan industri

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top