Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Turunkan Suku Bunga, Yusuf Mansur: Terima Kasih Gubernur BI

Yusuf Mansur menyampaikan keputusan Bank Indonesia tersebut sangat strategis, serta ditunggu-tunggu oleh dunia usaha investor, dan industri.
Hafiyyan & Maria Elena
Hafiyyan & Maria Elena - Bisnis.com 19 November 2020  |  19:48 WIB
Ustaz Yusuf Mansur. - instagram @yusufmansurnews
Ustaz Yusuf Mansur. - instagram @yusufmansurnews

Bisnis.com, JAKARTA - Ustaz Yusuf Mansur mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) menjadi 3,75 persen.

Dalam akun instagramnya, Yusuf Mansur menyampaikan keputusan Bank Indonesia tersebut sangat strategis, serta ditunggu-tunggu oleh dunia usaha investor, dan industri.

"Rate jadi 3.75%. Keren ini. Ini keputusan strategis, yang harusnya ditunggu-tunggu oleh dunia usaha, investor, dan industri. Bukan hanya di Indonesia. Tapi juga oleh pelaku ekonomi dunia, yang berurusan dengan Indonesia," paparnya.

Penurunan suku bunga acuan menurutnya menjadi langkah yang keren. Pasalnya, kebijakan tersebut dapat mendorong perekonomian nasional.

"Keren asli. Bisa mendorong Perekonomian Nasional," imbuhnya.

Dia pun mengajak berdiskusi khalayak perihal implikasi antara penurunan suku bunga BI7DDR dengan membaiknya perekonomian Indonesia.

"Btw, ada yg tau implikasi? Hubungan? Turunnya BI Rate dengan insyaaAllah harapan membaik dan melesatnya Perekonomian Indonesia dan Dunia? Sok. Mangga. Ditunggu diskusinya di komenan..."

Tak lupa, Ustaz yang kondang disapa UYM ini pun menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap Gubernur dan para pemangku kepentingan di Bank Indonesia.

"Makasih Gub BI, para DG dan DG Senior... Dan mksh kepada seluruh Pimpinan Satker, dan keluarga BI sedunia...," tuturnya.

Seperti diketahui, Gubernur Bank Indonesia mengumumkan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) turun 25 basis poin menjadi 3,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur 18-19 November 2020.

Dengan demikian, suku bunga Deposit Facility turun menjadi 3 persen dan suku bunga Lending Facility menjadi 4,5 persen.

Sebagaimana diketahui, tingkat suku bunga acuan 3,75 persen ini merupakan level terendah sejak BI-7DRR diberlakukan di Indonesia mulai dari 21 April 2016. Tidak hanya itu, berdasarkan penelusuran Bisnis, ini adalah level terendah sepanjang masa.

"Keputusan ini mepertimbangkan perkiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga, dan sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional," katanya, Kamis (19/11/2020).

Sebagai catatan, BI juga melaporkan bahwa laju penyaluran kredit perbankan pada periode Oktober 2020 mengalami kontraksi sebesar -0,47 persen secara tahunan.

Rendahnya pertumbuhan kredit tersebut kata Perry sejalan dengan permintaan domestik yang masih belum kuat.
Namun di sisi lain, BI mencatat dana masyarakat atau dana pihak ketiga di perbankan tumbuh 12,12 persen secara tahunan pada Oktober 2020.

"Perkembangan terkini menunjukkan pertumbuhan kredit terkontraksi 0,47 persen year-on-year [yoy] pada Oktober 2020, sedangkan DPK tumbuh 12,12 persen yoy," katanya.

Perry menyampaikan, pihaknya tetap berkomitmen untuk mendukung penyediaan likuiditas termasuk dukungan BI ke pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Suku Bunga yusuf mansur
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top