Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sri Mulyani Curhat Didemo Soal Kenaikan Cukai Rokok

Sri Mulyani menyatakan dalam membuat kebijakan cukai rokok, pemerintah mencoba menyeimbangkan kepentingan semua pihak yang terkait, sehingga tidak ada yang merasa paling diuntungkan.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 18 November 2020  |  23:05 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan banyak hal yang menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan terkait cukai rokok.

Dia mengatakan, dari sisi kebijakan pemerintah mencoba menyeimbangkan kepentingan semua pihak yang terkait, sehingga tidak ada yang merasa paling diuntungkan.

Pasalnya, penyusunan kebijakan ini melibatkan banyak dimensi, misalnya saja masyarakat dari aspek kesehatan, tenaga kerja, petani, berkembangnya rokok ilegal, hingga penerimaan negara.

"Dari sisi kebijakan, kita coba seimbangkan. Tidak ada satupun yang merasa dia paling menang, karena kalau bicara prevalensi rokok, ada anak-anak, wanita, dan orang dewasa yang perlu kita lindungi dan peruasi untuk tidak merokok," katanya, Rabu (18/11/2020).

Sri Mulyani menceritakan, beberapa saat lalu pun terjadi demonstrasi oleh buruh pabrik rokok yang meminta agar tarif cukai rokok tidak dinaikkan tahun depan. Hal serupa juga dilakukan oleh petani rokok.

"Di satu sisi ada yang mau naik dan tidak naik, jadi akan kita seimbangkan di antara itu," jelasnya.

Sri Mulyani pun belum dapat memastikan kapan keputusan terkait kenaikan tarif cukai hasil tembakau akan dilakukan. "Akan kita keluarkan pada waktunya dan itu tujuannya bisa optimal dan objektif," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani Cukai Rokok cukai hasil tembakau
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top