Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penerbangan Lumpuh, Bandara Soekarno-Hatta Punya Titik Lemah!

Anggota Ombudsman Alvin Lie menyebutkan salah satu titik lemah Bandara Soekarno-Hatta yang menyebabkan penerbangan sempat lumpuh selama beberapa jam pada hari ini.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 10 November 2020  |  17:25 WIB
Sejumlah calon penumpang antre saat pengecekan tiket di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (21/9/2020). Kementerian Perhubungan akan segera merealisasikan pemberian stimulus bagi industri penerbangan dengan membebaskan biaya layanan penumpang di bandara atau passenger service charge (PSC) guna menyokong keberlangsungan maskapai di masa pandemi COVID-19. - ANTARA FOTO/Fauzan
Sejumlah calon penumpang antre saat pengecekan tiket di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (21/9/2020). Kementerian Perhubungan akan segera merealisasikan pemberian stimulus bagi industri penerbangan dengan membebaskan biaya layanan penumpang di bandara atau passenger service charge (PSC) guna menyokong keberlangsungan maskapai di masa pandemi COVID-19. - ANTARA FOTO/Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Ombudsman RI Alvin Lie menilai gangguan penerbangan yang dialami Bandara Soekarno-Hatta pagi hari ini akibat ledakan massa yang menjemput imam besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab tidak bisa terhindarkan. Selama beberapa jam, aktivitas penerbangan di bandara tersebut lumpuh.

Alvin menilai hal tersebut bukan kondisi normal. Sementara, baik jalan tol maupun bandara berkode CGK tersebut tidak dirancang untuk mengantisipasi ribuan massa tersebut.

"Kelemahan Bandara Soekarno-Hatta adalah ketergantungan pada jalan akses tunggal. Ketika terjadi kondisi seperti ini, gangguan terhadap kelancaran penerbangan jelas terganggu," kata Alvin, Selasa (10/11/2020).

Dia menuturkan pilot, awak kabin, penumpang hingga petugas-petugas kebandarudaraan akan kesulitan untuk mencapai bandara. Akibatnya, sejumlah penerbangan mengalami penundaan dan bahkan pembatalan.

Alvin memperkirakan dampak negatif tidak hanya dirasakan oleh Bandara Soekarno-Hatta, melainkan bandara lain di seluruh Indonesia yang terhubung. Terlebih, bandara tersebut merupakan salah satu pintu gerbang Indonesia dan hub bagi bandara lain.

Menurutnya, ketika terjadi kondisi seperti hari ini, semestinya pemda atau Dinas Perhubungan bisa mengantisipasi dengan menyiapkan dan mengumumkan jalur alternatif. Namun, satu-satunya akses hanya melewati ruas tol.

Dia menjelaskan kejadian hari ini di luar kewenangan dan kemampuan pengola bandara, PT Angkasa Pura II (Persero). Antisipasi kejadian tersebut seharusnya bisa diendus oleh Badan Intelijen Negara (BIN).

Sebelumnya, PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II menginformasikan bahwa penjadwalan ulang (reschedule) penerbangan dapat dilakukan penumpang pesawat yang memiliki tiket keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta hari ini 10 November 2020.

Maskapai yang telah mengkonfirmasi dapat dilakukannya reschedule atau refund adalah Lion Air, Batik Air, Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia. Pemberitahuan ini menindaklanjuti kondisi terkini akses menuju Bandara Soekarno-Hatta yang padat oleh simpatisan yang hendak menyambut kedatangan Rizieq Shihab, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI).

Plt. Senior Manager Branch & Communication Bandara Soekarno-Hatta Haerul Anwar mengatakan koordinasi telah dilakukan dengan para stakeholder termasuk maskapai.

"Kebijakan maskapai ini sebagai langkah antisipasi agar penumpang pesawat dapat tetap melakukan perjalanan di waktu yang berbeda," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara angkasa pura ii habib rizieq
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top